KABARBURSA.COM - Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS), Mirza Mahendra melakukan pembelian saham PGAS sebanyak 50 ribu unit pada 13 Maret 2026.
Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Minggu, 22 Maret 2026, Mirza melakukan pembelian saham PGAS dalam dua tahap di hari yang sama.
Pertama, ia membeli 10 ribu saham di harga Rp1.975 per saham dan 40 ribu saham pada harga Rp1.995 per saham.
Sebelum transaksi, Mirza tercatat belum memiliki saham PGAS. Setelah pembelian tersebut, kepemilikan saham ia di PGN menjadi 50 ribu saham.
Transaksi ini dilakukan secara langsung dengan tujuan investasi. Dalam laporan juga ditegaskan bahwa pembelian saham ini tidak mengubah struktur pengendalian di perseroan.
Pada penutupan perdagangan sebelum libur panjang atau Selasa, 17 Maret 2026, PGAS ditutup menguat 3,10 persen ke level 1.995. Penguatan juga terlihat dalam sepekan terakhir sebesar 2,84 persen.
Namun, dalam rentang satu bulan, saham PGAS masih terkoreksi 8,90 persen. Namun secara lebih luas, tren saham PGAS masih menunjukkan kinerja positif.
Dalam tiga bulan, saham ini menguat 7,26 persen, sementara dalam enam bulan terakhir naik lebih signifikan sebesar 14,33 persen.
Kinerja positif juga tercermin sejak awal tahun (YTD) dengan kenaikan 4,45 persen. Bahkan dalam satu tahun terakhir, saham ini mencatat lonjakan 29,55 persen.
Dalam jangka panjang, tren penguatan tetap terjaga, dengan kenaikan 47,78 persen dalam tiga tahun dan 40,00 persen dalam lima tahun.
Meski demikian, dalam rentang lebih panjang atau selama 10 tahun terakhir, saham PGAS masih mencatat penurunan sebesar 24,86 persen.
Pendapatan PGN Tumbuh
Sebelumnya diberitakan, PGN sukses membukukan pendapatan sebesar USD3,9 miliar sepanjang 2025, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini ditopang pertumbuhan bisnis inti perusahaan pada segmen midstream dan downstream berbasis infrastruktur gas bumi.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan perusahaan terus menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan pemangku kepentingan strategis.
“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah, dikutip Sabtu, 7 Maret 2026.
Dari sisi operasional, volume niaga gas bumi PGN mencapai 836 BBTUD sepanjang 2025. Sementara itu, volume transmisi gas meningkat 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD, seiring meningkatnya penyerapan dari pelanggan industri dan pembangkit listrik.
Kinerja juga didukung oleh segmen infrastruktur LNG. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, tumbuh 17 persen, yang berkontribusi terhadap keandalan pasokan gas untuk sektor industri dan pembangkit listrik.
Di segmen transportasi minyak, PGN mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD, didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting. (*)