KABARBURSA.COM - Direksi PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS) menunjukkan kepercayaan terhadap prospek perseroan setelah Direktur Keuangan, Catur Dermawan melakukan akumulasi saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu, 14 Juni 2026, Catur membeli sebanyak 20 ribu saham PGAS di harga rata-rata Rp1.485 per saham. Akumulasi ini dilakukan untuk tujuan investasi dan bersifat kepemilikan langsung.
Dengan pembelian tersebut, jumlah kepemilikan saham Catur di PT Perusahaan Gas Negara Tbk meningkat dari sebelumnya 20 ribu saham menjadi 40 ribu saham.
Meski demikian, porsi kepemilikan tersebut masih di bawah 0,01 persen dari total saham PGAS yang beredar.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa transaksi dilakukan bukan dalam rangka pengendalian perusahaan dan tidak mengubah struktur pengendalian di PGAS.
Saham PGAS Mulai Tunjukkan Pemulihan
Saham PGAS mulai menunjukkan tanda pemulihan. Pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, saham emiten subholding Pertamina ini ditutup menguat 2 persen ke level Rp1.530.
Penguatan tersebut membuat kinerja PGAS dalam sepekan terakhir kembali ke zona hijau dengan kenaikan 0,66 persen. Dalam periode ini, PGAS bergerak di tentang harga Rp1.350 hingga Rp1.560 per saham.
Meski mulai menguat dalam jangka pendek, performa PGAS masih menghadapi tekanan jika dilihat dalam periode yang lebih panjang. Selama satu bulan terakhir, saham ini koreksi 17,30 persen.
Bahkan dalam tiga bulan terakhir, saham emiten energi ini telah mengalami pelemahan hingga 21,13 persen. Tekanan juga terjadi dalam enam bulan terakhir dengan koreksi 16,39 persen.
Sementara secara year to date (ytd), saham perusahaan gas pelat merah tersebut telah turun 19,90 persen. Adapun dalam satu tahun terakhir, saham PGAS menyusut 8,38 persen.
Namun jika ditarik ke periode yang lebih panjang, PGAS masih mampu memberikan imbal hasil positif bagi investor. Dalam tiga tahun terakhir, saham PGAS membukukan kenaikan 17,24 persen. Adapun dalam lima tahun terakhir, saham ini masih mencatatkan apresiasi sebesar 25,93 persen.
Meski demikian, performa jangka sangat panjang masih menunjukkan tantangan. Dalam kurun waktu 10 tahun, saham PGAS masih membukukan penurunan 38,31 persen.
PGN Tebar Dividen
PGN akan membagikan dividen usai disetujui lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dividen tunai yang diambil dari tahun buku 2025 ini berjumlah USD172,29 juta. Dengan ini, investor akan mendapatkan dividen sebesar Rp125,6 per saham.
PGN telah menetapkan jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 4 Juni 2026, sedangkan ex dividen dijadwalkan pada 5 Juni 2026.
Sementara untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 7 Juni 2026 dan ex dividen pada 9 Juni 2026.
Adapun daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen tunai ditetapkan pada 8 Juni 2026. Sementara pembayaran dividen akan dilakukan pada 24 Juni 2026.
Sebelumnya diberitakan, PGN membukukan pendapatan sebesar USD3,9 miliar sepanjang 2025, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya di tengah dinamika industri energi.
Kinerja ini ditopang pertumbuhan bisnis inti perusahaan pada segmen midstream dan downstream berbasis infrastruktur gas bumi.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan perusahaan terus menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan pemangku kepentingan strategis.
“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah, dikutip Sabtu, 7 Maret 2026.
Dari sisi operasional, volume niaga gas bumi PGN mencapai 836 BBTUD sepanjang 2025. Sementara itu, volume transmisi gas meningkat 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD, seiring meningkatnya penyerapan dari pelanggan industri dan pembangkit listrik.
Kinerja juga didukung oleh segmen infrastruktur LNG. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, tumbuh 17 persen, yang berkontribusi terhadap keandalan pasokan gas untuk sektor industri dan pembangkit listrik.
Di segmen transportasi minyak, PGN mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD, didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting.
Perusahaan juga memperluas infrastruktur gas dengan menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi jargas sepanjang 2025.
Dari sisi profitabilitas, PGN membukukan laba operasi sebesar USD519,6 juta, sementara laba bersih tercatat USD215,4 juta.
Pencapaian ini dipengaruhi penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu yang bersifat non-cash, sehingga tidak berdampak pada arus kas operasional perusahaan. (*)