Logo
>

Yang Diborong UBS Sepekan, BBCA Sasaran Jual sampai Rp2 Triliun

UBS Sekuritas Indonesia (AK) tercatat melakukan aksi jual masif terhadap saham BBCA sepanjang pekan kedua Juni 2026, meski turut memborong sejumlah emiten lainnya di bursa.

Ditulis oleh Syahrianto
Yang Diborong UBS Sepekan, BBCA Sasaran Jual sampai Rp2 Triliun
Nilai transaksi jual bersih menyentuh angka fantastis. Kondisi ini langsung memicu perhatian banyak pelaku pasar modal. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Pergerakan modal di bursa saham kembali menunjukkan aksi menari, dengan Broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat aksi jual masif. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sasaran utamanya.

Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com pada pekan kedua Juni 2026, broker ini mendominasi penjualan saham BBCA. Nilai transaksi jual bersih menyentuh angka fantastis. Kondisi ini langsung memicu perhatian banyak pelaku pasar modal.

Data menunjukkan penjualan kotor saham BBCA oleh broker UBS menembus Rp2,1 triliun. Tekanan jual terjadi secara beruntun. Investor asing terlihat mereposisi portofolio mereka secara signifikan.

Puncak aksi lempar saham oleh AK terjadi pada Selasa, 9 Juni 2026. Nilai jual bersih saham BBCA menyentuh angka Rp1 triliun. Volume saham yang dilepas tercatat mencapai 2,1 juta lot.

Sehari sebelumnya pada Senin, 8 Juni 2026, UBS juga melego saham BBCA. Nilai penjualan bersih tercatat mencapai besaran Rp901 miliar. Sebanyak 1,8 juta lot saham sukses ditarik keluar pasar.

Aksi distribusi saham tersebut berlanjut pada pertengahan pekan. Rabu, 10 Juni 2026, broker AK mencatatkan transaksi jual bersih sebesar Rp49,5 miliar. Harga rata-rata transaksi berada di level Rp5.472 per saham.

Tekanan jual kembali membesar pada Kamis, 11 Juni 2026. UBS Sekuritas kembali melepas sebanyak 326 ribu lot saham BBCA. Aksi ini menghasilkan nilai jual bersih senilai Rp188,7 miliar.

Menjelang akhir pekan, strategi broker asing ini tampak melunak. Pada Jumat, 12 Juni 2026, UBS Sekuritas justru melancarkan aksi beli bersih tipis. Mereka mengoleksi BBCA senilai Rp57,2 miliar.

Secara kumulatif sepekan berjalan, nilai bersih transaksi UBS di emiten BBCA tercatat minus Rp2,21 triliun. Total volume bersih mencapai posisi minus 4,44 juta lot. Harga rata-rata transaksi mendarat di Rp5.258 per saham.

Di tengah gempuran jual, saham BBCA sendiri berhasil ditutup menghijau. Pada sesi Jumat sore, saham bank swasta ini naik tipis 1,72 persen. Harga saham BBCA menguat pada level Rp5.925.

Saham perbankan raksasa ini sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp6.100. Posisi level terendahnya bertengger pada harga Rp5.900 per saham. Pergerakan harga harian ini menunjukkan tingginya likuiditas pasar.

Total nilai transaksi saham BBCA pada hari Jumat tersebut menembus angka Rp2,49 triliun. Volume perdagangan tercatat ramai menyentuh 4,16 juta lot. Frekuensi perpindahan saham berlangsung agresif sebanyak 73.668 kali.

Para investor asing secara umum mencatat aksi beli Rp1,6 triliun pada hari tersebut. Rekapitulasi angka penjualan asing juga tinggi menyentuh Rp1,4 triliun. Hal ini mengindikasikan pertarungan ketat para broker.

Peta Akumulasi Saham oleh UBS Sekuritas 

Meski menjadikan saham BBCA sasaran distribusi, AK tetap berburu emiten lain. Emiten energi dan industri beralih menjadi pilihan utama mereka. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA berada di puncak.

Broker AK agresif memborong saham DSSA dengan nilai kotor mencapai Rp81,6 miliar. Total volume saham energi yang dibeli mencapai 956.094 lot. Harga rata-rata pembelian saham ini berada di level Rp741.

Posisi incaran kedua adalah PT United Tractors Tbk dengan kode saham UNTR. Nilai pembelian kotor untuk saham grup Astra ini mencapai Rp79 miliar. Volume yang berhasil ditransaksikan menembus batas 35.605 lot.

Pihak UBS masih melirik sektor perbankan negara untuk dikoleksi. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk diborong senilai Rp65,6 miliar. Harga rata-rata pembelian BBNI berada di kisaran level Rp3.360.

Sektor pertambangan batu bara turut masuk dalam keranjang belanja. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) diserok total Rp52,3 miliar. Transaksi ini dilakukan pada rata-rata harga Rp22.421.

Selain menekan saham BBCA, UBS Sekuritas mendistribusikan perbankan jumbo lainnya. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk turut dilego masif. Nilai penjualan kotor BBRI ini berhasil menembus Rp543,6 miliar.

Emiten PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tidak luput dari bidikan jual. Saham bank ini sengaja dilepas dengan nilai total Rp511 miliar. Harga rata-rata transaksi pelepasan tercatat sebesar Rp4.057 per saham.

Emiten tambang logam PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga banyak dilepas. Nilai penjualan kotornya tercatat sebesar Rp69,3 miliar. Volume saham yang dibuang menembus angka 274.138 lot pada bursa.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.