Logo
>

Analis Rilis Saham Pilihan di Tengah Eskalasi Konflik Global

Ada yang merekomendasikan saham buy on weakness saat IHSG diproyeksikan bergerak di 8.100–8.650.

Ditulis oleh Syahrianto
Analis Rilis Saham Pilihan di Tengah Eskalasi Konflik Global
Pergerakan IHSG dan rekomendasi saham analis di tengah eskalasi konflik global. (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)

KABARBURSA.COM – Sejumlah analis pasar modal merilis saham pilihan untuk perdagangan awal pekan di tengah meningkatnya eskalasi konflik global yang membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin, 2 Maret 2026. 

Proyeksi indeks bergerak dalam rentang terbatas disertai tekanan sentimen eksternal, sementara rekomendasi saham tetap dirilis dengan pendekatan teknikal dan strategi buy on weakness.

Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan IHSG secara teknikal masih memiliki peluang penguatan dalam jangka pendek.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas area 8.150 hingga 8.230, peluang rebound masih terbuka dengan target penguatan menuju 8.440 sampai 8.650,” ujar Herditya dalam riset hariannya.

Ia merilis empat saham pilihan dengan pendekatan teknikal. Saham tersebut meliputi INDY, TAPG, TLKM, dan UNVR dengan strategi buy on weakness serta penekanan pada disiplin level entry dan batas risiko (stop loss).

Untuk INDY, rekomendasi diberikan pada rentang 3.630 hingga 3.700 dengan target harga 3.820 dan 3.900 serta stop loss di bawah 3.550.

Pada TAPG, buy on weakness berada di kisaran 7.900 sampai 8.050 dengan target 8.400 dan 8.650 serta stop loss di bawah 7.700.

Sementara TLKM direkomendasikan buy on weakness di 3.350 hingga 3.420 dengan target 3.550 dan 3.620 serta stop loss di bawah 3.300.

Adapun UNVR masuk radar akumulasi pada rentang 2.750 sampai 2.820 dengan target 2.950 dan 3.050 serta stop loss di bawah 2.700.

Menurutnya, masing-masing saham tersebut menunjukkan struktur pergerakan yang masih konstruktif selama berada di atas area support terdekatnya.

Sementara itu, dari Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, bersama tim juga merilis sejumlah saham pilihan untuk strategi jangka pendek.

“Kami melihat beberapa saham memiliki peluang swing trade dengan pengelolaan risiko yang ketat sesuai level teknikal masing-masing,” ujar Reza dalam laporan risetnya.

BRIDS merekomendasikan MEDC untuk strategi swing trade dengan entry di 1.650–1.700, target harga 1.775–1.835, dan stop loss di bawah 1.550. 

Secara teknikal, MEDC dinilai masih berada dalam tren bullish dan sedang mengalami pullback ke area support 1.580–1.655.

Untuk strategi day trade, BRIDS memilih ELSA dengan entry 830–850, target 890–925, dan stop loss di bawah 800. ELSA disebut masih dalam tren bullish dengan support 815–840 dan resistance 890–925.

Rekomendasi day trade juga diberikan kepada MDKA dengan entry 3.500–3.700, target 3.840–3.960, dan stop loss di bawah 3.450. MDKA dinilai masih dalam tren bullish dan sedang pullback di area 3.460–3.650, didukung sentimen penguatan harga emas sebagai aset safe haven.

Di sisi lain, DSSA menjadi satu-satunya saham yang direkomendasikan sell. Saham tersebut berada di harga terakhir 78.925 dengan potensi pelemahan menuju support berikutnya di 75.250 setelah breakdown dari MA200 dan menembus support penting di area 87.475–83.875.

Di sisi lain, Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak melemah pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026.

“Secara teknikal IHSG diperkirakan akan bergerak melemah dengan rentang pergerakan di area 8.100 hingga 8.400,” ujar Dimas.

Ia menilai tekanan tersebut dipicu sentimen negatif dari pasar global, termasuk pelemahan bursa Wall Street serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah pasca serangan militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dimas juga menyebut sejumlah sektor menarik untuk dicermati, antara lain IDXTECH, IDXFIN, IDXNCYC, IDXBASIC, IDXTRANS, dan IDXCYC.

Pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, IHSG sempat dibuka melemah di 8.211,305 dan ditutup di level 8.235,485. Indeks tersebut naik tipis 0,222 poin atau 0,00 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.235,262. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak bervariasi.

Beberapa saham utama menopang pergerakan indeks, antara lain BREN yang naik 4,78 persen, AMMN menguat 4,79 persen, BNBR melonjak 32,92 persen, MSIN naik 21,90 persen, dan FILM menguat 6,33 persen. Namun, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp694 miliar di pasar reguler. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.