Logo
>

Laba Telkom (TLKM) Kuartal I 2026 Turun, Manajemen Ungkap Penyebabnya

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Laba Telkom (TLKM) Kuartal I 2026 Turun, Manajemen Ungkap Penyebabnya
Gedung Telkom Indonesia Tbk. Foto: Dok TLKM

KABARBURSA.COM - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan pendapatan sebesar Rp37,19 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini tumbuh 1,5 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang senilai Rp36,64 triliun.

Walaupun pendapatan mencatatkan kenaikan, namun laba bersih Telkom di tiga bulan pertama tahun ini turun sekitar 21,7 persen menjadi Rp4,34 triliun dari Rp5,55 triliun pada kuartal I 2025.

Manajemen menyampaikan kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi. Namun demikian, tekanan ini bersifat transisional dan non-cash, sementara secara fundamental kinerja operasional tetap terjaga.

Arus kas operasional Telkom tercatat tumbuh 3,1 persen YoY menjadi Rp17,3 triliun, didorong oleh implementasi program efisiensi TOTEX serta disiplin penagihan yang semakin baik.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya.

"Kinerja kuartal I tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara.” ujar dia dalam keterangannya dikutip, Minggu, 31 Mei 2026.

Dari seisi neraca, Telkom masih menunjukan fundamental solid. Total aset emiten telekomunikasi ini mencapai Rp289,96 triliun, hingga akhir Maret 2026 atau tumbuh dari Rp287,76 triliun dari posisi akhir 2025.

Sementara itu kas dan setara kas pada tiga bulan pertama tahun ini juga meningkat menjadi  Rp37,55 triliun dari Rp34,23 triliun pada akhir Desember 2025. Sedangkan total ekuitas tumbuh dari Rp150,54 triliun menjadi Rp155,81 triliun.

Adapun total liabilitas Telkom pada kuartal I 2026 menurun menjadi Rp134,15 triliun dibanding akhir tahun lalu yang mencapai Rp137,22 triliun. 

Pada segmen B2C  (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3 persen YoY, didorong oleh pendapatan bisnis digital. 

Payload data juga meningkat 2,3 persen YoY, didukung upaya perseroan memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan. Selain itu, ARPU mengalami pertumbuhan menjadi Rp45.100 atau naik 6,4 persen YoY.

Dian mengatakan dari sisi pasar, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat.

"Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan. Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik.” pungkasnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.