KABARBURSA.COM – Reli pendek saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Selasa, 12 Mei 2026, mulai kehilangan tenaga setelah gagal bertahan di area 3.800. Dalam beberapa perdagangan terakhir, tekanan jual kembali membesar ketika investor asing dan seller agresif mulai mendominasi transaksi.
Pada perdagangan 12 Mei 2026, saham ANTM ditutup di level 3.560 atau turun 3,78 persen dibanding penutupan sebelumnya di 3.700. Nilai transaksi mencapai Rp334,67 miliar dengan volume sekitar 931,50 ribu lot dan frekuensi transaksi sebanyak 31,75 ribu kali.
Pelemahan tersebut melanjutkan pola pergerakan ANTM yang mulai terlihat tidak stabil sejak pekan lalu. Setelah sempat menguat ke area 3.800–3.880, saham ini perlahan kembali tertekan oleh arus distribusi.
Jika melihat pada historicalnya, pada 4 Mei 2026, ANTM masih ditutup menguat 1,60 persen ke level 3.800 dengan net foreign buy Rp7,93 miliar. Namun sehari setelahnya, saham mulai terkoreksi 2,89 persen ke 3.690 disertai net foreign sell Rp116,67 miliar.
Tekanan jual sempat mereda pada 6 Mei, ketika ANTM kembali naik 2,98 persen ke level 3.800. Kenaikan tersebut bahkan diiringi net foreign buy yang cukup besar, yaitu mencapai Rp71,73 miliar.
Namun momentum itu tidak bertahan lama. Pada 7 Mei, meski harga masih menguat 2,11 persen ke level 3.880, investor asing justru membukukan net foreign sell jumbo sekitar Rp344,49 miliar.
Kondisi ini kemudian mulai dibaca pasar sebagai sinyal distribusi di area atas. Sebab kenaikan harga ternyata tidak sepenuhnya didukung akumulasi asing yang konsisten.
Koreksi kembali terlihat pada 8 Mei, ketika saham ANTM jatuh 6,44 persen ke level 3.630 dengan net foreign sell Rp9,53 miliar. Sementara pada 11 Mei, saham sempat rebound 1,93 persen ke level 3.700, tetapi investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp24,14 miliar.
Di level transaksi intraday, tekanan seller juga mulai terlihat cukup dominan. Data orderflow menunjukkan volume pembelian agresif hanya sekitar 10,07 juta saham, sementara volume jual agresif mencapai 37,81 juta saham. Artinya terdapat nett volume negatif sekitar 27,74 juta saham.
Dalam bahasa pasar, kondisi tersebut menunjukkan seller masih jauh lebih agresif dibanding buyer. Karenanya, situasi ini membuat rebound ANTM mulai berada dalam fase uji ulang.
Sebelumnya, sejumlah pelaku pasar masih melihat saham ini berpotensi melanjutkan penguatan sebagai bagian awal dari struktur wave C dengan area buy on weakness di kisaran 3.640–3.700 serta target rebound menuju 3.890 hingga 4.110.
Namun setelah harga kembali turun ke area 3.560, pasar mulai melihat support penting ANTM berada di sekitar level 3.530. Area tersebut kini menjadi perhatian pelaku pasar, karena akan menentukan apakah struktur rebound masih bertahan atau justru mulai melemah kembali.
Pertanyaannya saat ini, apakah ANTM mampu kembali bertahan di atas area psikologis 3.600–3.700. Sebab sejauh ini, setiap upaya rebound masih terus dihadang oleh tekanan distribusi yang belum selesai.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.