Logo
>

Antrean Bid Mulai Tebal, ini Area Buy on Weakness HMSP

HMSP melonjak 3,47 persen pada sesi akhir perdagangan dengan antrean bid yang mulai menebal. Konsensus analis masih dominan beli saat saham bergerak di area bawah.

Ditulis oleh Yunila Wati
Antrean Bid Mulai Tebal, ini Area Buy on Weakness HMSP
Konsensus analis masih memberikan rekomendasi BUY kepada saham HMSP. Hal ini didukung dengan sisi bid yang cukup tebal di area 720-745. (Foto: dok Wikipedia)

KABARBURSA.COM – Di sesi akhir perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, Saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) kembali hidup. Setelah lama bergerak lesu dan tertahan di area bawah, saham rokok ini melesat 3,47 persen ke level 745 dengan nilai transaksi mencapai Rp30,5 miliar.

Kenaikan tersebut berbarengan dengan peningkatan volume pembelian. HMSP ditransaksikan sekitar 409 ribu lot dengan frekuensi mencapai 3.854 kali. Sementara itu, harga sempat menyentuh level tertinggi 760 sebelum akhirnya ditutup di area rata-rata perdagangan harian di 745.

Meski begitu, penguatan HMSP belum sepenuhnya aman. Secara teknikal, pergerakan saham ini masih tertahan di bawah MA20.

MNC Sekuritas membaca posisi ini sebagai sedang memasuki awal wave (c) dari wave [b]. Pembacaan tersebut membuat area 725 hingga 740 di saham HMSP sebagai zona menarik untuk strategi buy on weakness.

14 Analis Rekomendasi Buy

Strategi tersebut tidak main-main. Sebanyak 14 analis yang memantau HMSP, ada 12 yang memberikan rekomendasi buy. Hanya satu analis yang memberi rekomendasi hold dan satu lainnya sell.

Optimisme tersebut terlihat dari target harga konsensus yang masih cukup jauh di atas posisi pasar saat ini. Rata-rata target analis berada di level Rp945, sementara target tertinggi mencapai Rp1.180.

Artinya, dengan posisi harga sekarang di area 745, HMSP masih memiliki ruang kenaikan yang cukup lebar apabila momentum pemulihan mulai terbentuk. Namun, pasar tampaknya belum sepenuhnya percaya diri karena tekanan teknikal jangka pendek masih membayangi.

Antrean Beli di Area 720-745

Hal tersebut terlihat dari struktur orderbook pada sesi akhir perdagangan kemarin. Di sisi bid, antrean beli mulai menebal terutama di level 720 hingga 745.

Bid terbesar terlihat bertumpuk di harga 715 sebanyak 35.523 lot dan di level 735 sekitar 29.418 lot. Sementara antrean beli di level 720 mencapai 23.226 lot dan level 700 sekitar 18.989 lot.

Di sisi lain, antrean offer juga masih cukup tebal sehingga ruang kenaikan belum benar-benar longgar. Offer terbesar terlihat berada di level 760 sebanyak 18.931 lot dan di level 765 sekitar 18.104 lot.

Pasar juga masih menempatkan cukup banyak saham di area 770 hingga 795, memperlihatkan pelaku pasar mulai bersiap melakukan profit taking jangka pendek ketika harga naik lebih tinggi. Total antrean offer tercatat sekitar 205 ribu lot dengan frekuensi 923 kali, sementara total bid mencapai sekitar 211 ribu lot dengan frekuensi lebih tinggi di 1.006 kali.

Struktur tersebut memperlihatkan tenaga beli mulai muncul, tetapi belum sepenuhnya dominan. Selama HMSP mampu bertahan di atas area 725 hingga 740, peluang menguji resistance 780 hingga 815 masih terbuka dalam jangka pendek.

Namun jika tekanan kembali muncul dan saham turun di bawah 715, momentum pemulihan berpotensi kembali tertahan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79