Logo
>

ASGR Tebar Dividen Rp325 Miliar, Lebih Besar dari Laba 2025

Dividen disetujui RUPS dengan tambahan dari laba ditahan, sementara laba bersih 2025 tercatat lebih rendah dari total distribusi.

Ditulis oleh Syahrianto
ASGR Tebar Dividen Rp325 Miliar, Lebih Besar dari Laba 2025
Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan laba bersih yang dibukukan perusahaan sepanjang tahun yang sama. (Foto: Dok. Astra Graphia)

KABARBURSA.COM PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp325,06 miliar untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan laba bersih yang dibukukan perusahaan sepanjang tahun yang sama.

Corporate Secretary ASGR Trivena Nalsalita menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, 15 April 2026. 

“Perseroan menyetujui penggunaan laba bersih dan sebagian saldo laba ditahan untuk dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham,” ujarnya dalam keterbukaan informasi dikutip, Sabtu, 18 April 2026.

Berdasarkan dokumen resmi, laba bersih ASGR pada 2025 tercatat sebesar Rp270,61 miliar. 

Selain itu, perusahaan juga menggunakan sebagian laba ditahan tahun buku 2024 sebesar Rp54,43 miliar untuk menambah nilai distribusi dividen.

Dengan skema tersebut, total dividen yang dibagikan mencapai Rp325,06 miliar atau setara Rp241 per saham. Jumlah ini termasuk dividen interim sebesar Rp30 per saham yang telah dibayarkan pada Oktober 2025.

Adapun sisa dividen final yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebesar Rp211 per saham, dengan total nilai Rp284,59 miliar. 

Pembayaran dijadwalkan pada 13 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham.

“Besarnya dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham adalah Rp241 per saham, termasuk dividen interim,” tulis manajemen.

Jadwal pembagian dividen menetapkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 23 April 2026, serta ex dividen pada 24 April 2026. Tanggal pencatatan pemegang saham atau recording date ditetapkan pada 27 April 2026 pukul 16.00 WIB.

Dari sisi keuangan, total ekuitas ASGR tercatat sebesar Rp2,09 triliun per 31 Desember 2025. Sementara saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp1,86 triliun.

RUPST yang memutuskan pembagian dividen tersebut dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 82,63 persen dari total saham dengan hak suara. 

Tingkat kehadiran ini memenuhi ketentuan kuorum sehingga seluruh keputusan yang diambil dinyatakan sah.

Selain menyetujui penggunaan laba, RUPST juga menetapkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang akan menjabat hingga penutupan RUPS Tahunan 2028. Penunjukan auditor untuk tahun buku 2026 juga telah disepakati dalam rapat tersebut.

Dengan struktur pembagian tersebut, seluruh laba bersih tahun berjalan dialokasikan untuk dividen, disertai tambahan dari laba ditahan. 

Skema ini menjadi bagian dari keputusan RUPS yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.