KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dalam beberapa hari terakhir menunjukkan dinamika arus dana asing yang berlangsung bersamaan dengan aksi pelepasan saham dalam jumlah besar oleh salah satu pemegang saham asing perusahaan.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 4 Maret 2026, Port Fraser International LTD melepas sebanyak 2.952.448.980 saham BNBR melalui transaksi penjualan tidak langsung pada 26 Februari 2026. Transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp147 per saham.
Dengan aksi tersebut, kepemilikan Port Fraser International LTD di BNBR berkurang dari 45.102.744.597 saham atau setara 26,01 persen menjadi 42.150.295.617 saham atau sekitar 24,31 persen dari total saham beredar. Penurunan tersebut sekaligus membuat porsi kepemilikannya menyusut sekitar 1,7 persen.
Secara nominal, pelepasan hampir tiga miliar saham tersebut setara sekitar Rp434,01 miliar, berdasarkan harga transaksi Rp147 per saham. Dalam laporan kepemilikan saham disebutkan bahwa pihak yang melakukan transaksi bukan merupakan pengendali perusahaan dan aksi tersebut dikategorikan sebagai divestasi yang dilakukan secara tidak langsung.
Di sisi lain, data perdagangan pasar reguler menunjukkan aktivitas investor asing pada saham BNBR bergerak fluktuatif dalam periode yang berdekatan dengan aksi divestasi tersebut.
Pada 24 Februari 2026, saham BNBR mencatat net foreign buy sebesar Rp7,92 miliar dengan nilai penjualan asing sebesar Rp59,28 juta. Sehari setelahnya, pada 25 Februari 2026, investor asing kembali mencatat pembelian bersih sebesar Rp4,24 miliar dengan nilai penjualan asing Rp832,12 juta.
Pada 26 Februari 2026, yang bertepatan dengan tanggal transaksi pelepasan saham oleh Port Fraser, perdagangan di pasar reguler masih menunjukkan net foreign buy sebesar Rp2,16 miliar dengan nilai penjualan asing Rp3,94 miliar. Pada hari tersebut saham BNBR dibuka di level Rp161.
Tekanan jual investor asing baru terlihat pada sesi berikutnya. Pada 27 Februari 2026, investor asing mencatat net foreign sell sebesar Rp7,72 miliar dengan nilai penjualan asing mencapai Rp10,68 miliar. Pada hari itu saham BNBR bergerak dalam rentang harga yang lebih lebar dari Rp173 hingga sempat mencapai Rp216.
Memasuki awal Maret, arus dana asing kembali berubah arah. Pada 2 Maret 2026 saham BNBR mencatat net foreign buy sebesar Rp4,90 miliar meskipun nilai penjualan asing tercatat cukup besar yaitu Rp37,97 miliar. Sementara pada 3 Maret 2026 investor asing kembali mencatat net foreign sell sebesar Rp5,66 miliar dengan nilai penjualan mencapai Rp14,26 miliar.
Jika dihitung dari data penjualan asing di pasar reguler selama periode 24 Februari hingga 3 Maret 2026, total nilai penjualan investor asing mencapai sekitar Rp67,74 miliar.
Nilai tersebut berbeda dengan transaksi divestasi yang dilakukan oleh Port Fraser International LTD yang mencapai sekitar Rp434,01 miliar. Transaksi pelepasan saham oleh pemegang saham tersebut dilakukan melalui mekanisme penjualan tidak langsung sehingga tidak seluruhnya tercermin dalam data transaksi harian investor asing di pasar reguler.
Data broker summary periode 26 hingga 28 Februari 2026 menunjukkan konsentrasi aktivitas transaksi pada sejumlah sekuritas. Broker Stockbit Sekuritas Digital (XL) tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai transaksi sekitar Rp24,7 miliar atau sekitar 1,4 juta lot dengan harga rata-rata Rp194.
Di bawahnya terdapat broker Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dengan nilai pembelian sekitar Rp16,9 miliar atau sekitar 934,2 ribu lot dengan harga rata-rata Rp194. Aktivitas pembelian juga tercatat pada broker Sucor Sekuritas (AZ) dengan nilai sekitar Rp7,8 miliar atau sekitar 371,7 ribu lot pada harga rata-rata Rp196.
Di sisi penjualan, broker KB Valbury Sekuritas (CP) mencatat nilai transaksi sekitar Rp16,5 miliar atau sekitar 903,4 ribu lot dengan harga rata-rata Rp186. Selain itu terdapat broker Mandiri Sekuritas (CC) dengan nilai sekitar Rp11,8 miliar serta broker Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) dengan nilai sekitar Rp7,8 miliar.
Dari sisi antrian perdagangan, data orderbook menunjukkan jumlah lot di sisi penawaran mencapai sekitar 5,28 juta lot, sementara di sisi permintaan sekitar 2,49 juta lot. Pada level harga terdekat, antrian jual pada harga Rp168 tercatat sekitar 142 ribu lot dan meningkat menjadi sekitar 272 ribu lot pada harga Rp169.
Di sisi permintaan, dukungan terbesar terlihat pada harga Rp162 dengan antrian sekitar 1,35 juta lot. Pada perdagangan terakhir, saham BNBR tercatat berada di level Rp167 atau turun 23 poin setara 12,11 persen dari penutupan sebelumnya.
Sepanjang sesi perdagangan tersebut, saham BNBR bergerak dalam rentang harga antara Rp154 hingga Rp195 dengan nilai transaksi sekitar Rp39,76 miliar.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.