Logo
>

MTLA Bagikan 18 Persen Laba sebagai Dividen, Sisanya untuk Ekspansi?

Perseroan tetap membagikan dividen kepada pemegang saham, namun sebagian besar laba 2025 diputuskan tetap berada di dalam perusahaan.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
MTLA Bagikan 18 Persen Laba sebagai Dividen, Sisanya untuk Ekspansi?
PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp74,25 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Foto: dok MTLA.

KABARBURSA.COM – PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp74,25 miliar dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp412,93 miliar. Dengan demikian, sekitar 18 persen laba perseroan dialokasikan untuk dividen, sementara sebagian besar sisanya tetap ditahan di dalam perusahaan.

Director and Corporate Secretary Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo, menyampaikan perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp74,25 miliar atau Rp9,7 per saham untuk tahun buku 2025.

Pembagian dividen tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Mei 2026. Berdasarkan keputusan rapat, total dividen yang dibagikan mencapai Rp74.254.725.401.

Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp412.930.375.515. Dengan demikian, nilai dividen yang dibagikan setara sekitar 17,98 persen dari laba tahun berjalan.

Besaran porsi dividen tersebut menunjukkan sebagian besar keuntungan yang diperoleh perseroan masih dipertahankan sebagai laba ditahan. Keputusan itu menarik perhatian pelaku pasar karena dana yang tidak dibagikan berpotensi digunakan untuk mendukung kebutuhan bisnis dan pengembangan proyek pada periode mendatang.

Selain membukukan laba bersih lebih dari Rp412 miliar pada 2025, Metropolitan Land juga memiliki posisi ekuitas yang cukup kuat. Dari sisi valuasi, saham MTLA saat ini diperdagangkan dengan price to book value (PBV) sekitar 0,70 kali, atau masih berada di bawah nilai bukunya.

Di tengah keputusan mempertahankan sebagian besar laba, kinerja awal tahun 2026 menunjukkan tantangan yang masih dihadapi emiten properti tersebut. Laba bersih kuartal I 2026 tercatat Rp62 miliar, turun dibandingkan Rp75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut tercermin dalam pertumbuhan laba bersih tahunan (year on year) yang masih negatif 17,45 persen. Pendapatan perseroan pada kuartal pertama tahun ini juga tercatat turun tipis 0,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi arus kas, MTLA masih membukukan free cash flow negatif sekitar Rp178 miliar dalam periode trailing twelve months (TTM). Kondisi ini dapat menjelaskan mengapa perusahaan memilih menahan sebagian besar laba dibandingkan membagikannya seluruhnya kepada pemegang saham.

Meski demikian, posisi keuangan perseroan relatif terjaga. Debt to equity ratio (DER) tercatat sebesar 0,22 kali, sementara current ratio mencapai 3,26 kali. Rasio interest coverage juga berada di level 99,73 kali yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bunga masih sangat memadai.

Bagi investor, kombinasi antara pembagian dividen dan penahanan sebagian besar laba menjadi sinyal yang menarik untuk dicermati. Di satu sisi, perusahaan tetap memberikan imbal hasil kepada pemegang saham melalui dividen Rp9,7 per saham.

Di sisi lain, dana yang tetap berada di dalam perusahaan dapat menjadi sumber pendanaan internal untuk menjaga operasional maupun mendukung ekspansi proyek ke depan.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan perseroan, cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 8 Juni 2026, sedangkan ex dividen berlangsung pada 9 Juni 2026. Adapun recording date ditetapkan pada 10 Juni 2026 dan pembayaran dividen akan dilakukan pada 2 Juli 2026. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.