Logo
>

IHSG Diproyeksi Menguat 1,11 Persen, 4 Saham ini Masuk Radar Analis

Analis melihat peluang penguatan IHSG dan menyoroti sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
IHSG Diproyeksi Menguat 1,11 Persen, 4 Saham ini Masuk Radar Analis
Ilustrasi papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com/Desty

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan, Rabu, 3 Juni 2026. Beberapa saham yang direkomendasikan analis, antara lain: BRPT, IMPC, INCO dan KBLF.

MNC Sekuritas memprakirakan, IHSG menguat 1,11 persen ke level 6,195 disertai dengan volume jual yang tidak begitu besar. Analis menyebut IHSG cenderung bergerak sideways. 

“Kami memperkirakan, posisi pergerakan IHSG saat ini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam. Area penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji 6,362-6,484, dengan area koreksi terdekat berada di 5,899-6,080,” tulis analis, Rabu, 3 Juni 2026.

Sementara level support IHSG pada perdagangan hari ini berada di level 6,838, 6,745 dan resistance di 6,318, 6,459. Adapun beberapa saham yang direkomendasikan tim analis, yakni BRPT, IMPC, INCO dan KBLF.

Analis memprakirakan, saham BRPT terkoreksi 0,52 persen ke level 1.930 pada perdagangan terakhir. Pelemahan tersebut terjadi seiring munculnya tekanan jual yang masih membayangi pergerakan saham.

Dari sisi teknikal, BRPT diperkirakan tengah berada pada fase awal wave C dari wave (B). Dengan kondisi tersebut, strategi yang direkomendasikan adalah buy on weakness pada area 1.750-1.845 dengan target harga di level 2.140 dan 2.520. Adapun batas stoploss berada di bawah level 1.600.

Berbeda dengan BRPT, saham IMPC ditutup menguat 3,01 persen ke posisi 1.880 dan didukung oleh peningkatan volume pembelian. Kondisi ini mengindikasikan minat beli yang mulai menguat di pasar.

Secara teknikal, posisi IMPC diperkirakan sedang berada pada bagian awal wave C dari wave (B). Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan adalah trading buy pada rentang 1.790-1.855 dengan target harga di level 2.020 dan 2.240. Sementara itu, stoploss disarankan apabila harga bergerak di bawah 1.745.

Sementara itu, saham INCO terkoreksi ke level 4.730 dan masih dibayangi tekanan jual. Berdasarkan proyeksi teknikal, posisi saham ini diperkirakan berada pada bagian wave [v] dari wave C dari wave (B).

Investor dapat mempertimbangkan strategi buy on weakness pada area 4.150-4.370 dengan target harga masing-masing di level 5.025 dan 5.575. Adapun stoploss berada di bawah level 4.110.

Di sisi lain, saham KLBF melemah 3,25 persen ke level 745 dan masih bergerak dalam tren turun. Tekanan jual juga masih mendominasi pergerakan saham tersebut.

Secara teknikal, KLBF diperkirakan berada pada bagian wave 5 dari wave (C). Untuk saham ini, rekomendasi yang diberikan adalah buy on weakness pada area 690-740 dengan target harga di level 785 dan 840. Sementara itu, batas stoploss ditetapkan apabila harga turun di bawah level 635.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.