Logo
>

Asing Masih Jual Big Bank, BBRI Kehilangan Rp127,29 miliar, BBCA?

Investor asing masih mencatat net sell pada saham bank besar. Namun tekanan terbesar terjadi di BBRI, sementara BBNI menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibanding rivalnya.

Ditulis oleh Yunila Wati
Asing Masih Jual Big Bank, BBRI Kehilangan Rp127,29 miliar, BBCA?
Nilai net sell asing pada BBRI mencapai Rp127,29 miliar dengan volume penjualan bersih sekitar 43,72 juta saham. (Foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi pertama perdagangan Senin, 22 Juni 2026, ditutup dengan koreksi tajam. IHSG melemah 77 poin atau 1,25 persen ke level 6.099. Sebanyak 134,3 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan, dengan nilai transaksi sebesar Rp76,19 triliun.

Koreksi besar IHSG kali ini didorong oleh keluarnya dana asing dalam jumlah yang sangat besar ke beberapa saham big banks. Sebut saja BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI. Di antara keempatnya, saham BBRI menjadi yang terbanyak kehilangan dana asing.

Nilai net sell asing pada BBRI mencapai Rp127,29 miliar dengan volume penjualan bersih sekitar 43,72 juta saham. Tekanan hari ini sebenarnya belum sebanding dengan gelombang distribusi yang sempat terjadi pada awal Juni. 

Dalam beberapa pekan terakhir, BBRI berkali-kali mencatatkan net sell asing dalam jumlah besar. Pada 10 Juni misalnya, net sell mencapai Rp571,32 miliar. Sementara, pada 18 Juni tercatat Rp557,26 miliar. Bahkan pada 4 Juni dan 3 Juni, asing juga membukukan penjualan bersih lebih dari Rp400 miliar.

Konsistensi outflow tersebut menjadi alasan mengapa BBRI masih terlihat paling rentan dibandingkan bank-bank besar lainnya. Apalagi, harga sahamnya sudah terkoreksi dari area Rp3.080 pada pertengahan Juni menjadi sekitar Rp2.900. 

BBCA Kehilangan Rp101,23 Miliar Dana Asing

Situasi yang terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) lebih konstruktif. Pada sesi siang, BBCA memang mencatat net sell asing sebesar Rp101,23 miliar dengan volume sekitar 16,23 juta saham. 

Hilangnya dana asing ini terjadi setelah beberapa hari sebelumnya BBCA menikmati arus masuk dana asing yang cukup besar. Pada 11 Juni, misalnya, BBCA mencatat net buy asing sebesar Rp387,96 miliar. 

Tren akumulasi berlanjut pada 12 Juni, 15 Juni, 17 Juni hingga 19 Juni dengan nilai pembelian bersih yang konsisten berada di atas Rp190 miliar. 

Bisa dikatakan, aksi jual yang terjadi hari ini lebih terlihat sebagai profit taking jangka pendek setelah harga saham berhasil bangkit dari Rp4.850 menuju Rp6.300 dalam waktu relatif singkat.

Selama saham ini mampu bertahan di atas area Rp6.000, pasar masih cenderung melihat koreksi yang terjadi sebagai bagian dari proses konsolidasi sehat setelah reli kuat.

Arus Keluar Asing di BMRI Melambat

Posisi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) lebih netral. Investor asing mencatat net sell sebesar Rp83,48 miliar dengan volume sekitar 19,55 juta saham. Nilai tersebut jauh lebih ringan dibandingkan tekanan yang sempat terjadi pada awal Juni. Saat itu, net sell asing beberapa kali menembus Rp200 miliar hingga Rp300 miliar.

BMRI sendiri baru saja mengalami reli yang cukup agresif. Dalam waktu kurang dari dua pekan, saham ini melesat dari Rp3.710 menjadi Rp4.500 atau naik lebih dari 20 persen. Jadi, koreksi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir masih tergolong wajar dan lebih mencerminkan aksi ambil untung.

Investor tampaknya masih menunggu apakah BMRI mampu mempertahankan area support di sekitar Rp4.200. Jika ya, peluang melanjutkan tren pemulihan masih cukup terbuka.

Net Sell Asing BBNI Paling Kecil

Posisi yang paling menarik justru datang dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Di tengah tekanan yang terjadi pada sektor perbankan, BBNI mencatat net sell asing paling kecil, yakni Rp50,78 miliar dengan volume sekitar 14,08 juta saham.

Data transaksi selama Juni menunjukkan bahwa aliran dana asing di BBNI relatif lebih seimbang dibandingkan tiga bank besar lainnya. Pada beberapa kesempatan, saham ini bahkan masih mampu mencatatkan net buy asing. 

Dari sisi pergerakan harga, BBNI termasuk salah satu saham yang mengalami rebound cukup kuat. Harga saham naik dari Rp3.010 menjadi Rp3.800 dalam waktu singkat sebelum akhirnya mengalami koreksi menuju area Rp3.570. Koreksi tersebut masih terlihat normal setelah kenaikan yang mencapai lebih dari 25 persen.

Jika seluruh data tersebut dirangkum, BBRI masih menghadapi tantangan terbesar karena outflow asing berlangsung cukup konsisten selama Juni. BBCA relatif lebih kuat karena aksi jual hari ini terjadi setelah periode akumulasi yang panjang. 

BMRI sedang menjalani fase konsolidasi pasca-reli tajam, sedangkan BBNI menjadi bank yang paling defensif karena tekanan jual asingnya paling kecil.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79