KABARBURSA.COM - PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) bersiap melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 522,86 juta saham ke publik. Jumlah ini mewakili 30 persen dari jumlah
modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Merujuk prospektus awal perusahaan, saham yang diajukan bernilai Rp50 per saham dengan penawaran harga di kisaran Rp446 hingga Rp515.
Manajemen menyampaikan dengan nominal penawaran tersebut, perseroan berpeluang membukukan dana segar hingga hingga Rp269,27 miliar.
Manajemen EMMI menuturkan seluruh dana yang digenggam melalui IPO ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk mendukung penguatan dan pengembangan bisnis perusahaan.
Sebanyak Rp50 miliar dari dana segar tersebut akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman Perseroan. Kemudian, sekitar 11,8 persen akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk pembiayaan belanja modal yaitu pembangunan gedung pabrik Cikupa.
Sementara itu, alokasi terbesar yang sekitar 68,7 persen bakal dipakai sebagai modal kera yang di antaranya dimanfaatkan untuk membeli barang terkait proyek dan pembelian bahan baku/persediaan.
Adapun, masa penawaran umum berlangsung pada tanggal 2-6 Juli 2026. Sementara pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 8 Juli 2026.
Usaha EMMI
EMMI beserta entitas anak beroperasi pada industri sektor kesehatan dengan fokus pada perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk manusia.
Manajemen EMMI menuturkan, di Indonesia, industri alat kesehatan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif pascapandemi.
"Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan terus meningkat, sehingga permintaan terhadap alat diagnostik,
monitoring, dan pencegahan penyakit semakin bertambah," tulis manajemen.
Disampaikan, sektor ini juga didukung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peningkatan fasilitas rumah sakit dan klinik, serta kebijakan substitusi impor dan peningkatan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), sehingga membuka peluang besar bagi produsen lokal untuk mengembangkan manufaktur alat kesehatan sederhana hingga menengah, distribusi dan perdagangan alat medis khusus, serta produksi barang habis pakai (consumables).
Manajemen menyebut beberapa alat kesehatan yang saat ini paling diminati antara lain alat monitoring pasien seperti patient monitor, ventilator, dan ECG, serta peralatan diagnostik seperti USG, X-ray digital, dan hematology analyzer.
"Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sektor kesehatan melalui berbagai kebijikan fiskal dan program strategis nasional," tulis manajemen.
"Dengan mempertimbangkan beberapa hal diatas, Perseroan berkeyakinan bahwa bisnis operasional perusahaan dapat terus berkembang seiring dengan adanya pertumbuhan kinerja sektoral kesehatan," tambah manajemen.
Bebicara mengenai kinerja, EMMI mencatatkan kinerja mentereng untuk tahun buku 2025. Pada periode tersebut, perusahaan mampu membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp32,43 miliar. Angka ini naik dibanding tahun sebelumnya yang senilai Rp11,25 miliar.
Sementara dari segi neraca, hingga 2025 EMMI memiliki total aset sebesar Rp564 miliar, menurun dibanding tahun 2024 yang sebanyak Rp714 miliar
Jumlah liabilitas perseroan pada tahun 2025 menurun menjadi Rp419 miliar dari Rp641 miliar pada tahun sebelumnya. Sedangkan ekuitas EMMI naik tajam sebesar Rp145 miliar dibanding tahun 2024 yang hanya Rp73 miliar.
Kebijakan Dividen
Mulai tahun buku yang berakhir pada tahun 2027 dan seterusnya, manajemen EMMI menyatakan bakal membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan dalam jumlah sebanyak - banyaknya 30 persen atas laba bersih tahun berjalan Perseroan.
Menurut mereka, besarnya pembagian dividen ditentukan berdasarkan hasil RUPS Tahunan Perseroan dan akan bergantung pada hasil kegiatan usaha dan arus kas Perseroan serta prospek usaha, kebutuhan modal kerja, belanja modal dan rencana
investasi Perseroan di masa yang akan datang dan dengan memperhatikan pembatasan peraturan dan kewajiban
lainnya. (*)