KABARBURSA.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan Selasa sore, 20 Januari, bergerak nyaris stagnan dengan kenaikan tipis 0,01 persen ke level 9.134,70. Meski indeks utama masih mampu bertahan di zona hijau, tekanan jual terlihat cukup kuat pada sejumlah saham yang masuk ke dalam daftar peringkat terbawah atau top loser.
Data perdagangan hingga pukul 16.00 WIB menunjukkan bahwa pelemahan saham terjadi di berbagai sektor, mulai dari tekstil, asuransi, perkebunan, pertambangan, properti, hingga keuangan. Kondisi ini menandakan bahwa pelaku pasar masih cenderung selektif di tengah minimnya katalis baru yang mampu mendorong penguatan merata.
Saham Ever Shine Tex Tbk dengan kode emiten ESTI menjadi salah satu saham dengan koreksi terdalam. Harga saham ESTI ditutup di level 244 setelah turun 4,69 persen. Nilai transaksi tercatat sebesar 32,61 miliar dengan volume perdagangan 1,16 juta saham dan frekuensi 19.910 kali. Tekanan jual cukup deras terjadi pada saham sektor tekstil ini.
Di sektor asuransi, saham Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk berkode JMAS juga mengalami pelemahan signifikan. Saham JMAS turun 4,67 persen ke level 286. Nilai transaksi saham ini mencapai 2,08 miliar dengan volume 72.700 saham dan frekuensi 654 kali.
Saham Agro Bahari Nusantara Tbk dengan kode UDBG ikut terseret ke zona merah. Harga saham UDBG merosot 4,65 persen ke posisi 4.100 dengan nilai transaksi 12,46 miliar. Volume perdagangan tercatat sebanyak 28.700 saham dengan frekuensi 3.100 kali.
Tekanan juga dialami saham PT Timah Tbk berkode TINS yang turun 4,49 persen ke level 3.620. Nilai transaksi saham pertambangan ini tergolong besar, mencapai 405,78 miliar dengan volume 1,11 juta saham dan frekuensi 33.150 kali, mencerminkan tingginya aktivitas jual di saham lapis utama tersebut.
Dari sektor properti, saham Asri Karya Lestari Tbk dengan kode ASLI melemah 4,44 persen ke level 645. Saham ini membukukan nilai transaksi 56,07 miliar dengan volume 829.560 saham dan frekuensi 8.760 kali.
Saham Charnic Capital Tbk berkode NICK juga masuk jajaran saham tertekan setelah turun 4,44 persen ke posisi 1.290. Meski volume perdagangan relatif tipis, hanya 388 saham, koreksi harga tetap cukup dalam secara persentase.
Tekanan jual berlanjut pada saham Falmaco Nonwoven Industri Tbk dengan kode FLMC. Saham ini ditutup turun 4,42 persen ke level 173 dengan nilai transaksi 574,16 juta dan volume 33.750 saham.
Saham Pantai Indah Kapuk Dua Tbk berkode PANI kembali masuk daftar top loser. Harga saham PANI turun 4,37 persen ke level 12.575. Nilai transaksi tercatat cukup besar, yakni 181,25 miliar dengan volume 141.290 saham dan frekuensi 12.540 kali, menandakan volatilitas yang masih tinggi pada saham properti premium ini.
Dari sektor manufaktur, saham Ateliers Mecaniques D’Indonesie Tbk berkode AMIN turun 4,11 persen ke level 280. Saham ini mencatat nilai transaksi 201,56 juta dengan volume 7.160 saham dan frekuensi 378 kali.
Menutup daftar sepuluh saham peringkat terbawah, saham Mitrabahtera Segara Sejati Tbk dengan kode MBSS terkoreksi 4,03 persen ke posisi 2.620. Nilai transaksi saham ini mencapai 12,48 miliar dengan volume 46.800 saham dan frekuensi 2.730 kali.
Secara keseluruhan, pergerakan sepuluh saham tersebut menunjukkan bahwa meskipun IHSG bergerak relatif stabil, tekanan jual masih membayangi saham-saham tertentu. Investor tampak melakukan rotasi portofolio dan aksi ambil untung, terutama pada saham yang sebelumnya mencatat kenaikan tajam.(*)