KABARBURSA.COM - Sepanjang Juni 2026, saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) menjadi salah satu emiten yang cukup konsisten menarik perhatian investor asing. Hampir setiap kali harga bergerak naik, aliran dana asing ikut mengalir masuk.
Pada 9 Juni misalnya, net foreign buy mencapai Rp1,86 miliar, disusul Rp597 juta pada 10 Juni, Rp1,12 miliar pada 12 Juni, dan kembali menembus Rp1,82 miliar pada 15 Juni.
Tren akumulasi tersebut berlanjut hingga pertengahan bulan dan menjadi salah satu faktor yang menopang kenaikan harga saham WIIM.
Namun, memasuki pekan terakhir Juni, ritmenya berubah. Meskipun asing masih sempat membukukan net buy Rp1,32 miliar pada 24 Juni dan Rp562 juta pada 25 Juni, tekanan jual mulai muncul.
Pada perdagangan 26 Juni, nilai jual asing mencapai Rp819 juta, lebih besar dibanding pembelian Rp622 juta, sehingga membukukan net foreign sell sekitar Rp197 juta. Sepertinya, euforia akumulasi mulai mereda.
Harga Terkoreksi Lebih dari Satu Persen
Perubahan sentimen tersebut juga tercermin pada pergerakan harga. Setelah sempat menguat hingga Rp1.680, WIIM ditutup melemah 1,49 persen ke level Rp1.655. Pasar mulai memilih mengamankan keuntungan setelah reli yang terjadi sepanjang Juni.
Dari sisi teknikal, kondisi ini patut dicermati. Pergerakan WIIM diperkirakan sedang berada di penghujung wave A dari wave (B). Artinya, ruang kenaikan dalam jangka pendek dinilai mulai terbatas dan saham berpotensi memasuki fase koreksi membentuk wave B sebelum menentukan arah berikutnya.
Karena itu, strategi yang lebih disarankan saat ini adalah sell on strength, terutama jika harga mampu menguat ke kisaran Rp1.725-Rp1.755. Area tersebut dipandang sebagai zona yang ideal untuk merealisasikan keuntungan, mengingat peluang terjadinya tekanan jual kembali relatif lebih besar dibanding potensi kenaikan lanjutan.
Apabila skenario koreksi tersebut terjadi, area penurunan yang patut diperhatikan berada pada kisaran Rp1.520-Rp1.575. Zona ini diperkirakan menjadi area support sekaligus titik yang lebih menarik untuk kembali mengamati peluang akumulasi apabila tekanan jual mulai mereda.
Dengan kata lain, meski akumulasi asing sepanjang Juni menjadi sinyal positif bagi prospek WIIM, perubahan arus dana di akhir bulan menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai bersikap lebih berhati-hati.
Selama belum muncul sinyal pembalikan yang lebih kuat, pendekatan yang lebih konservatif melalui strategi sell on strength dinilai lebih sesuai dibanding mengejar kenaikan harga di level saat ini.(*)
SEO Description
SEO Keywords