KABARBURSA.COM - Libur sekolah merupakan periode yang hampir selalu identik dengan lonjakan volume kendaraan di ruas-ruas tol utama. Momentum ini menjadi katalis positif bagi saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk melesat. Apalagi, perusahaan sedang mempercepat pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo yang merupakan mesin pertumbuhan pendapatan baru.
Anak usaha JSMR, PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), terus mempercepat penyelesaian proyek. Hingga awal Juni 2026, progres konstruksi Segmen Prambanan-Purwomartani telah mencapai 92,35 persen, sedangkan pembebasan lahannya hampir tuntas di level 97,8 persen.
Sepanjang 2025, JMJ mencatat lonjakan pendapatan tol sebesar 669,1 persen menjadi Rp281,58 miliar, sementara EBITDA tumbuh 17,3 persen menjadi Rp209,97 miliar. Kinerja tersebut didukung melonjaknya volume lalu lintas hingga 235 persen menjadi lebih dari 4,7 juta kendaraan.
Artinya, proyek ini mulai menunjukkan potensi ekonomi yang nyata, bukan sekadar harapan.
Saham Terkoreksi Signifikan
Sayangnya, peluang menarik tersebut tidak mampu membawa harga JSMR naik. Pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026, saham ini terkoreksi 6,96 persen ke level Rp2.940. Tekanan jual yang cukup besar membuat harga kembali berada di bawah MA60. Sentimen jangka pendek masih cenderung negatif meski prospek bisnis tetap menjanjikan.
Kondisi inilah yang membuat pandangan analis menjadi menarik untuk dicermati. Dari 20 analis yang memantau JSMR, sebanyak 17 masih memberikan rekomendasi buy, sementara tiga lainnya memilih hold tanpa satu pun rekomendasi sell.
Konsensus target harga berada di Rp4.555, dengan target terendah Rp3.400 dan tertinggi mencapai Rp6.000. Dibandingkan harga saat ini, target rata-rata tersebut masih menawarkan potensi kenaikan lebih dari 50 persen.
Dari perspektif teknikal, pelemahan yang terjadi dinilai belum menjadi sinyal berakhirnya tren jangka menengah. Koreksi ke Rp2.940 diperkirakan merupakan bagian dari pembentukan wave (2) dari wave [A], yaitu fase koreksi sebelum muncul peluang rebound berikutnya.
Strategi JSMR
Karena itu, strategi yang lebih disarankan bukan mengejar harga di level saat ini, melainkan menerapkan buy on weakness di area Rp2.770 hingga Rp2.930. Zona tersebut dinilai menjadi area akumulasi yang lebih ideal apabila tekanan jual masih berlanjut dalam jangka pendek.
Apabila mampu bertahan di atas area tersebut, JSMR berpeluang melakukan pemantulan menuju target awal Rp3.170. Jika momentum beli kembali menguat, kenaikan dapat berlanjut ke Rp3.410, yang juga sejalan dengan target harga paling konservatif dari konsensus analis.
Meski demikian, disiplin terhadap manajemen risiko tetap diperlukan. Jika harga turun menembus Rp2.770, skenario rebound berpotensi tertunda sehingga investor disarankan menerapkan stop loss di bawah level tersebut.
Dengan kombinasi katalis fundamental yang terus menguat dan valuasi yang masih menarik menurut konsensus analis, koreksi JSMR saat ini justru dapat menjadi peluang bagi investor yang berorientasi jangka menengah.
Namun dalam jangka pendek, kesabaran tetap dibutuhkan untuk menunggu tekanan jual mereda dan konfirmasi pembalikan arah mulai terbentuk.(*)
SEO Description
SEO Keywords
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.