Logo
>

Bank Jago (ARTO) Catat Laba Rp276 Miliar, ini Pendorongnya

Bank Jago mencatat pertumbuhan nasabah, DPK, kredit, dan laba signifikan sepanjang 2025.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Bank Jago (ARTO) Catat Laba Rp276 Miliar, ini Pendorongnya
Ilustrasi laba Bank Jago tumbuh pesat. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat pertumbuhan bisnis yang konsisten sepanjang 2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan jumlah nasabah yang berdampak langsung pada penguatan dana pihak ketiga (DPK) dan ekspansi kredit.

Hingga akhir Desember 2025, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 18,2 juta, naik hampir 3 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 15,3 juta. Dari total tersebut, sebanyak 14,2 juta merupakan nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah.

Pertumbuhan basis nasabah ini sejalan dengan peningkatan penghimpunan dana. Bank Jago mencatat DPK sebesar Rp25,9 triliun, tumbuh 38 persen dibandingkan Rp18,8 triliun pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris menilai peningkatan ini menunjukkan hubungan yang erat antara jumlah pengguna dan kepercayaan nasabah terhadap layanan bank.

“Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,” tutur Arief Harris dalam keterangannya, dikutip Senin, 13 April 2025.

Di sisi penyaluran dana, Bank Jago membukukan kredit sebesar Rp24,3 triliun hingga akhir 2025, meningkat 38 persen dibandingkan Rp17,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut tetap diiringi pengelolaan risiko yang terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada di level 0,6 persen, lebih rendah dari rata-rata industri perbankan nasional.

Sementara untuk kinerja intermediasi ini turut mendorong peningkatan total aset menjadi Rp36,5 triliun, naik 28 persen dari Rp28,5 triliun pada 2024. Sementara itu, laba bersih setelah pajak (NPAT) tercatat sebesar Rp276 miliar, melonjak 115 persen dibandingkan Rp129 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi likuiditas dan permodalan, rasio loan-to-deposit ratio (LDR) Bank Jago berada di level 94 persen, sedangkan capital adequacy ratio (CAR) mencapai 31,6 persen.

Kembangkan Fitur Aplikasi Jago

Selain kinerja keuangan, Bank Jago juga melanjutkan pengembangan fitur dalam Aplikasi Jago. Sepanjang 2025, perusahaan menambahkan fitur Kantong Valas untuk simpanan dan transaksi mata uang asing, serta Kartu Digital Pro yang ditujukan bagi pelaku usaha individu.

Pertumbuhan kredit Bank Jago juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk ekosistem digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya.

Selain itu, Bank Jago mengembangkan layanan Jago Dana Cepat untuk penyaluran kredit langsung berbasis aplikasi dengan pendekatan pembiayaan yang bertanggung jawab.

“Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan stakeholders Bank Jago lainnya atas kepercayaan dan kolaborasi selama ini. Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia,” ujar Arief Harris.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.