KABARBURSA.COM – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan memasuki jadwal cum date dividen tunai pada Selasa, 2 Juni 2026. Emiten jalan tol pelat merah tersebut membagikan dividen sebesar Rp156,23 per saham untuk tahun buku 2025.
Nilai dividen itu menjadi salah satu yang terbesar dalam histori distribusi JSMR. Jika melihat rekam jejak pembagian dividen dalam beberapa tahun terakhir, nominal tahun ini identik dengan dividen tahun buku sebelumnya yang juga mencapai Rp156,23 per saham.
Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026. Sementara ex date berada pada 3 Juni dan recording date jatuh pada 4 Juni 2026.
Rutin Bagikan Dividen
Secara historis, JSMR termasuk emiten yang cukup rutin membagikan dividen kepada pemegang saham. Dalam 10 tahun terakhir, distribusi dividen JSMR bergerak cukup fluktuatif mengikuti siklus bisnis jalan tol dan kondisi ekonomi nasional.
Pada 2024, JSMR membagikan dividen Rp37,86 per saham. Kemudian meningkat tajam menjadi Rp156,23 pada 2025 dan kembali dipertahankan di level yang sama untuk 2026.
Jika ditarik lebih panjang, JSMR pernah membagikan dividen Rp105,69 per saham pada 2011, Rp94,24 pada 2013, hingga Rp78,09 pada 2017. Namun distribusi sempat turun cukup dalam selama periode pandemi ketika mobilitas nasional melemah.
Volatilitas Saham Masih Tinggi
Momentum cum date kali ini datang ketika pergerakan saham JSMR mulai kembali ramai diperhatikan pasar. Sepanjang Mei 2026, saham ini bergerak cukup volatil dengan area psikologis 3.000 menjadi pusat pertarungan utama.
Pada perdagangan terakhir Mei, JSMR ditutup menguat 1,35 persen ke level 3.010. Namun di balik kenaikan tersebut, asing masih mencatat net sell sekitar Rp2,53 miliar.
Data transaksi sepanjang Mei menunjukkan pola pergerakan JSMR cenderung belum stabil. Saham ini sempat bergerak turun ke area 2.920 sebelum kembali mencoba naik ke atas 3.000.
Arus dana asing juga terlihat berubah-ubah. Pada 12 Mei, asing sempat mencatat net buy besar mencapai Rp8,82 miliar. Namun setelah itu tekanan distribusi kembali muncul dalam beberapa sesi berikutnya.
Dari sisi transaksi, lonjakan aktivitas mulai terlihat menjelang cum date. Nilai transaksi pada 29 Mei mencapai Rp25,40 miliar dengan volume 84,63 ribu lot, menjadi salah satu aktivitas terbesar dalam dua pekan terakhir.
Harga di bawah Rata-rata
Meski harga berhasil kembali ke atas 3.000, struktur teknikal bulanan JSMR sebenarnya masih berada dalam tekanan. Hampir seluruh indikator moving average masih menunjukkan sinyal “jual”.
MA5 berada di level 3.260, MA10 di 3.359, dan MA20 di 3.715. Artinya, posisi harga JSMR saat ini masih berada jauh di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek hingga menengah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tren besar JSMR sebenarnya belum sepenuhnya pulih. Area 3.000 saat ini lebih terlihat sebagai zona konsolidasi dibanding fase penguatan penuh.
Namun pasar mulai melihat adanya upaya pembentukan dasar harga setelah saham ini berkali-kali bertahan di area bawah 2.900–2.950 sepanjang Mei.
Perhatikan Area 3.077
Dari sisi pivot point, area 3.077 menjadi titik penting yang mulai diperhatikan trader pada Juni 2026. Level tersebut merupakan area pivot utama yang akan menentukan apakah JSMR mampu melanjutkan pemulihan atau kembali masuk tekanan.
Jika mampu bertahan di atas area 3.077, pasar mulai membuka peluang pengujian resistance berikutnya di kisaran 3.204 hingga 3.306. Area tersebut menjadi target teknikal terdekat yang dipantau pelaku pasar setelah momentum dividen selesai.
Namun jika kembali gagal bertahan di atas 3.000, tekanan bisa membawa saham ini kembali menguji support 2.936 hingga 2.834.
Perhatian pasar kini tertuju pada apakah efek dividen mampu menjaga minat beli setelah cum date berlalu. Sebab dalam banyak kasus saham dividen besar, pasar sering mengalami rotasi cepat setelah investor mengejar hak dividen.
Yang mulai dibaca trader saat ini bukan hanya soal dividen Rp156 per saham, melainkan apakah JSMR mampu mengubah struktur teknikal menengahnya yang selama beberapa bulan terakhir masih cenderung melemah.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.