KABARBURSA.COM – PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) menyiapkan investasi baru melalui pembangunan satu unit kapal penunjang lepas pantai. Nilai transaksi mencapai USD22 juta dan masuk kategori transaksi material berdasarkan ketentuan regulator.
Berdasarkan keterbukaan informasi, transaksi tersebut setara 49,69 persen dari total ekuitas per 31 Desember 2025 yang tercatat sebesar USD44,27 juta. Perseroan menyatakan transaksi ini bukan transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan.
Kontrak pembangunan kapal ditandatangani pada 29 April 2026 dengan JiangXi New Jiangzhou Shipbuilding Heavy Industry Co., Ltd sebagai pihak penjual. Kapal yang dibangun merupakan tipe Platform Supply Vessel (PSV) dengan panjang 77 meter, lebar 17,6 meter, dan tenaga mesin 2x1.700 KW.
Dalam skema pembayaran, BBRM wajib menyetor uang muka sebesar 20 persen atau sekitar USD4,4 juta paling lambat tujuh hari setelah menerima jaminan perusahaan.
Sisa pembayaran akan dilakukan secara bertahap, sementara proses pembangunan hingga serah terima kapal diperkirakan memakan waktu 18 bulan sejak pembayaran awal.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat armada operasional. Setelah proyek selesai, BBRM akan memiliki satu kapal self propelled barge (SPB), satu kapal PSV, serta lima kapal offshore support vessel yang menjadi sumber pendapatan utama.
Dari sisi keuangan, transaksi ini membawa dampak langsung terhadap struktur neraca. Total aset diproyeksikan meningkat dari USD48,82 juta menjadi USD70,82 juta setelah penambahan kapal.
Di sisi lain, total liabilitas naik dari USD4,55 juta menjadi USD26,55 juta, sementara ekuitas tetap di level USD44,27 juta.
Tabel Dampak Transaksi terhadap Keuangan Pelayanan Nasional Bina Buana Raya
| Komponen | Sebelum | Dampak | Setelah |
|---|---|---|---|
| Total Aset | 48.821.766 | 22.000.000 | 70.821.766 |
| Laba Tahun Berjalan | 6.269.701 | - | 6.269.701 |
| Total Liabilitas | 4.551.675 | 22.000.000 | 26.551.675 |
| Total Ekuitas | 44.270.091 | - | 44.270.091 |
Perseroan menyebut penambahan aset ini akan diikuti peningkatan kewajiban. Namun, kapal baru tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan dan kinerja keuangan ke depan.
Dari sisi operasional, penambahan kapal PSV membuka peluang bagi perusahaan untuk memenuhi permintaan sewa kapal, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini sejalan dengan fokus bisnis BBRM di sektor pelayaran penunjang industri minyak dan gas.
BBRM merupakan perusahaan pelayaran yang berdiri sejak 1998 dan berkedudukan di Jakarta. Kegiatan usaha utama meliputi penyediaan kapal penunjang lepas pantai serta kapal self propelled barge untuk industri energi.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.