Logo
>

IPO INACO Tawarkan 350 Juta Saham, Harga Mulai Rp900

INACO menawarkan maksimal 350 juta saham dengan harga Rp900–Rp1.120 dan menargetkan pencatatan perdana di BEI pada 7 Juli 2026.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IPO INACO Tawarkan 350 Juta Saham, Harga Mulai Rp900
PT Niramas Utama Tbk produsen INACO siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan penutup dan produk berbasis nata de coco dengan merek INACO, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Dalam prospektus awal yang akan diterbitkan pada 15 Juni 2026, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Dengan rentang harga penawaran Rp900-1.120 per saham, perusahaan berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp392 miliar. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru yang diterbitkan dari portepel perseroan.

Berdasarkan jadwal indikatif, masa penawaran awal berlangsung pada 15–22 Juni 2026. Perseroan menargetkan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026, dilanjutkan masa penawaran umum pada 1–3 Juli 2026, penjatahan pada 3 Juli 2026, distribusi saham secara elektronik pada 6 Juli 2026, dan pencatatan saham di BEI pada 7 Juli 2026.

Dalam aksi korporasi ini, PT Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Penawaran umum akan dilakukan melalui sistem e-IPO sesuai ketentuan POJK Nomor 41 Tahun 2020.

Sebelum IPO, struktur kepemilikan perseroan didominasi oleh PT Niramas Utama International yang menggenggam 998 juta saham atau setara 99,80 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sisanya sebanyak 2 juta saham atau 0,20 persen dimiliki Sadikun Wiratno.

Setelah seluruh saham yang ditawarkan terserap pasar, kepemilikan masyarakat diperkirakan mencapai 350 juta saham atau 25,93 persen. Sementara itu, PT Niramas Utama International masih akan menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 73,92 persen dan Sadikun Wiratno sebesar 0,15 persen.

Perseroan juga menyampaikan bahwa pengendali perusahaan, Ham Pak Japyusuf Hamdani, menyatakan tidak akan melepas status pengendali sekurang-kurangnya selama 12 bulan sejak pernyataan pendaftaran IPO dinyatakan efektif.

Mayoritas Dana untuk Ekspansi

Dalam prospektusnya, INACO menjelaskan sebagian besar dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung ekspansi kapasitas produksi dan penguatan operasional.

Sekitar 51,04 persen dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk penyertaan modal kepada anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS).

Dana tersebut selanjutnya akan dipakai untuk belanja modal berupa pembelian dan instalasi mesin produksi serta fasilitas pendukung guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly.

Kemudian sekitar 18,36 persen dana IPO akan digunakan untuk belanja modal di tingkat perseroan, termasuk pembelian mesin produksi, pengembangan fasilitas pergudangan, serta peningkatan sistem logistik.

Selain ekspansi, perseroan juga akan menggunakan sekitar 10,63 persen dana IPO untuk membayar sebagian pokok pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Per 31 Maret 2026, total pokok pinjaman tersebut tercatat sebesar Rp94 miliar.

Setelah pembayaran menggunakan dana IPO, saldo kewajiban perseroan kepada Bank Mandiri diperkirakan turun menjadi Rp54 miliar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban keuangan sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Sementara itu, sisa dana sekitar 19,97 persen akan digunakan sebagai modal kerja yang meliputi pembelian bahan baku, biaya operasional, distribusi, serta kegiatan pemasaran guna mendukung pertumbuhan usaha.

Laba Melonjak Meski Penjualan Turun

Dari sisi kinerja, INACO membukukan penjualan sebesar Rp753,05 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut turun dibandingkan penjualan 2024 yang mencapai Rp788,43 miliar dan Rp838,94 miliar pada 2023.

Meski demikian, perseroan berhasil meningkatkan profitabilitas secara signifikan. Laba bersih tahun berjalan melonjak menjadi Rp39,03 miliar pada 2025, dibandingkan Rp11,63 miliar pada 2024 dan Rp1,68 miliar pada 2023.

Laba sebelum pajak juga meningkat menjadi Rp51,69 miliar dari Rp20,24 miliar pada 2024. Di sisi lain, laba bruto naik menjadi Rp290,78 miliar dibandingkan Rp259,61 miliar pada tahun sebelumnya.

Per 31 Desember 2025, total aset konsolidasian perseroan tercatat Rp552,11 miliar, meningkat dibandingkan Rp522,60 miliar pada 2024. Total liabilitas tercatat Rp406,59 miliar dan total ekuitas mencapai Rp145,52 miliar.

Sejumlah rasio keuangan juga menunjukkan perbaikan. Return on Equity (ROE) tercatat 26,82 persen, Return on Assets (ROA) sebesar 7,07 persen, current ratio sebesar 1,14 kali, serta Debt Service Coverage Ratio (DSCR) sebesar 2,15 kali.

Setelah resmi menjadi perusahaan terbuka, INACO juga  berencana membagikan dividen tunai dengan rasio maksimal 30 persen dari laba bersih setelah penyisihan cadangan wajib, dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebutuhan pengembangan usaha perseroan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".