Logo
>

Asing Jual Barang Sepekan, Rp6,08 Triliun Foreign Outflow Mengalir Deras

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp6,08 triliun selama perdagangan bursa.

Ditulis oleh Syahrianto
Asing Jual Barang Sepekan, Rp6,08 Triliun Foreign Outflow Mengalir Deras
IHSG ditutup melesat tajam menuju level 6.007,66. Indeks naik sebesar 121,62 poin atau menguat sekitar 2,07 persen. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menunjukkan performa memukau. IHSG ditutup melesat tajam menuju level 6.007,66. Indeks naik sebesar 121,62 poin atau menguat sekitar 2,07 persen.

Posisi penutupan ini jauh lebih tinggi dari periode sebelumnya. Sebelumnya indeks ditutup berada pada posisi 5.886,03. Angka ini menandakan optimisme pasar yang sangat kuat.

Laju indeks sempat menyentuh titik tertinggi pada level 6.074,07. Sedangkan posisi terendahnya sempat mendarat di angka 5.952,85. Pembukaan pasar sendiri dimulai pada level psikologis 5.960,42.

Penguatan IHSG diwarnai aktivitas transaksi yang luar biasa padat. Total volume perdagangan saham menembus angka 351,07 juta lot. Nilai transaksi secara keseluruhan menyentuh angka fantastis Rp20.393,1 miliar.

Frekuensi perdagangan juga memperlihatkan angka yang sangat masif. Bursa mencatat terjadi perpindahan tangan saham sebanyak 2,4 juta kali. Perputaran uang di pasar modal berjalan sangat cepat.

Sayangnya kenaikan ini terjadi di tengah arus keluar modal asing. Investor asing gencar melakukan distribusi saham sepanjang pekan. Periode perdagangan ini tercatat dari tanggal 8 hingga 12 Juni 2026.

Nilai bersih penjualan saham oleh asing mencapai Rp6,08 triliun. Angka akumulasi pasar reguler ini tergolong sangat besar. Pemodal luar negeri terus menarik dana tunai dari bursa nasional.

Secara rinci investor asing melakukan pembelian senilai Rp45,48 triliun. Namun mereka membukukan nilai penjualan hingga Rp51,56 triliun. Tekanan jual ini berlangsung beruntun sepanjang pekan perdagangan bursa.

Investor lokal langsung mengisi kekosongan investasi asing tersebut. Kelompok pemodal domestik tampil perkasa menjadi penyelamat bursa. Nilai transaksi mereka jauh mengungguli para investor asing.

Total nilai transaksi dari porsi domestik mencapai 58,33 persen. Porsi ini jauh lebih besar dibanding nilai transaksi asing. Investor luar negeri hanya memegang porsi nilai transaksi 41,67 persen.

Pemodal domestik memborong saham dengan nilai beli Rp70,96 triliun. Di saat yang sama mereka mencatat nilai jual Rp64,87 triliun. Aktivitas borong saham inilah yang menjaga IHSG tetap hijau.

Distribusi saham oleh asing juga sangat jelas dari sisi volume. Asing melepas saham hingga mencapai 44,25 miliar lembar. Sementara pembelian asing hanya berada pada kisaran 42,99 miliar lembar.

Pasar mencatat selisih volume jual bersih asing sebesar 1,25 miliar lembar. Pemodal lokal sukses menyerap jutaan lot saham tersebut. Kondisi ini menjaga kelancaran pasokan likuiditas di pasar modal.

Dari struktur volume transaksi dominasi pemodal domestik sangat mutlak. Investor lokal menguasai pangsa pasar hingga 74,74 persen. Porsi volume pemodal asing sangat kecil yakni 25,26 persen.

Angka volume pembelian saham domestik menembus 129,72 miliar lembar. Sedangkan angka volume penjualan mencetak rekor 128,47 miliar lembar. Data ini menjadi bukti tingginya minat investasi masyarakat.

Dominasi pemodal dalam negeri berlanjut pada catatan frekuensi transaksi. Investor domestik mengendalikan 76,01 persen frekuensi transaksi bursa. Asing hanya mencatat porsi frekuensi sebesar 23,99 persen.

Frekuensi penjualan saham asing tercatat mencapai 3,69 juta kali. Sedangkan frekuensi pembelian saham mereka hanya berada di 2,45 juta kali. Pemodal luar lebih sibuk menjual daripada mengoleksi portofolio.

Frekuensi beli domestik sangat tinggi mencapai 10,36 juta kali. Untuk frekuensi jual domestik tercatat sebesar 9,12 juta kali. Kepadatan transaksi lokal ini memicu dorongan harga saham ke atas.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.