KABARBURSA.COM – Pertumbuhan tabungan haji di PT Bank BCA Syariah pada awal 2026 bergerak menarik. Ada kenaikan jumlah rekening yang terjadi bersamaan dengan perubahan cara nasabah berinteraksi dengan layanan perbankan. Hal ini didorong oleh kanal digital yang mulai menjadi titik utama transaksi.
Hingga Februari 2026, jumlah rekening haji tercatat mencapai 5.614 rekening, naik 16,4 persen secara tahunan. Kenaikan ini berjalan beriringan dengan pertumbuhan pada produk Tahapan Mabrur berbasis akad wadiah, yang mencapai 13.682 rekening atau meningkat 13 persen secara tahunan.
Dua angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak hanya terjadi pada satu produk, tetapi tersebar dalam segmen tabungan ibadah yang berbeda.
Direktur BCA Syariah Pranata Nazamuddin, menyampaikan bahwa tren tersebut terbentuk sepanjang periode berjalan, seiring dengan peningkatan akses layanan berbasis digital. Nasabah kini dapat melakukan setoran haji melalui aplikasi BSya, yang mengurangi kebutuhan interaksi fisik di kantor cabang.
Perubahan ini mempercepat proses transaksi sekaligus memperluas jangkauan layanan ke nasabah yang sebelumnya tidak terjangkau secara langsung.
“Kami melihat kemudahan layanan digital menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini,” ujar Pranata.
Ia menambahkan, integrasi layanan tersebut juga memungkinkan proses pendaftaran dan pembayaran menjadi lebih sederhana dibandingkan pola sebelumnya. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan rekening tidak hanya didorong oleh minat, tetapi juga oleh perubahan infrastruktur layanan.
Di luar kanal digital, ekspansi juga dilakukan melalui kolaborasi dengan travel agent dan partisipasi dalam berbagai expo. Skema ini membuka akses tambahan bagi calon jamaah yang sudah berada dalam ekosistem perjalanan ibadah.
Dengan pendekatan ini, distribusi produk tidak hanya bertumpu pada jaringan perbankan, tetapi juga masuk ke rantai nilai industri haji dan umrah.
Dana Haji di BPKH
Pergerakan di tingkat bank ini terjadi dalam konteks yang lebih luas. Data Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menunjukkan dana haji yang terkumpul telah mencapai Rp180,72 triliun hingga awal April 2026.
Angka tersebut mencerminkan akumulasi dana yang terus bertambah, sekaligus menjadi indikator bahwa minat masyarakat terhadap perencanaan ibadah haji masih terjaga.
Jika ditarik lebih jauh, hubungan antara pertumbuhan rekening dan akumulasi dana ini membentuk satu pola yang saling menguatkan. Penambahan jumlah rekening mencerminkan masuknya peserta baru, sementara kenaikan dana menunjukkan adanya setoran lanjutan dari nasabah yang sudah ada.
Kombinasi ini membuat basis dana haji bergerak dalam dua arah sekaligus, baik dari sisi jumlah maupun nilai.
Fitur Berbasis Valuta Asing
Di sisi lain, langkah BCA Syariah yang tengah bertransformasi menjadi bank devisa menambah lapisan baru dalam pengembangan layanan. Pengembangan fitur transaksi berbasis valuta asing mulai diarahkan untuk mendukung kebutuhan nasabah yang akan bertransaksi di luar negeri.
Fitur ini secara langsung terhubung dengan kebutuhan jamaah haji dan umrah yang melakukan pembayaran dalam mata uang asing.
Kehadiran fitur valas tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan produk tidak berhenti pada tahap penghimpunan dana. Layanan diperluas hingga ke fase penggunaan dana, terutama ketika nasabah memasuki tahap keberangkatan.
Dengan demikian, siklus layanan menjadi lebih panjang, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan ibadah.
Dalam konteks sentimen global, kondisi geopolitik yang masih berfluktuasi belum terlihat menghambat pertumbuhan pada segmen ini. Data yang ada justru menunjukkan aktivitas tetap berlangsung, dengan pertumbuhan rekening dan peningkatan dana berjalan bersamaan.
Hal ini memperlihatkan bahwa tabungan haji memiliki karakter yang berbeda dibandingkan produk keuangan lain yang lebih sensitif terhadap volatilitas jangka pendek.
Pergerakan ini sekaligus menempatkan tabungan haji sebagai salah satu segmen yang relatif stabil dalam struktur penghimpunan dana perbankan syariah. Dengan kombinasi antara pertumbuhan rekening, penguatan layanan digital, serta dukungan ekosistem industri haji, aktivitas di segmen ini terus membentuk pola yang konsisten sepanjang awal 2026.(*)