Logo
>

BEI Nilai Pelemahan Rupiah Turut Mewarnai Pergerakan IHSG

BEI menyebut fluktuasi nilai tukar, harga komoditas, dan tensi geopolitik global menjadi faktor utama yang membayangi pasar saham domestik.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
BEI Nilai Pelemahan Rupiah Turut Mewarnai Pergerakan IHSG
Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia.(Foto: Dok.Kabarbursa.com/Fadli)

KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah turut mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah tingginya ketidakpastian global. Meski demikian, BEI menegaskan pergerakan kurs bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi pasar saham domestik.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan sumber ketidakpastian saat ini berasal dari berbagai faktor eksternal, mulai dari fluktuasi harga komoditas, pergerakan nilai tukar, hingga tensi geopolitik di Timur Tengah dan Rusia.

“Seperti yang saya sampaikan tadi, sumber ketidakpastian itu banyak. Ada fluktuasi komoditas, minyak, ada fluktuasi nilai tukar di berbagai negara, ketidakpastian penyelesaian geopolitik di Timur Tengah, Rusia,” kata Jeffrey di Press Room BEI, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Menurut dia, seluruh faktor tersebut sedikit banyak berdampak terhadap pasar keuangan Indonesia, termasuk IHSG. Karena itu, pelemahan rupiah tetap menjadi salah satu sentimen yang dicermati pelaku pasar, meskipun pergerakan mata uang berada di luar kewenangan BEI.

Jeffrey mengatakan BEI terus memantau aktivitas investor, terutama investor asing, di tengah proses rebalancing portofolio yang terjadi di sejumlah pasar berkembang, termasuk Indonesia. 
Menurut dia, arus keluar dan masuk investor asing merupakan hal yang lazim di pasar modal.

BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lanjut Jeffrey, terus berupaya memperdalam pasar modal domestik agar lebih kuat menghadapi tekanan global.

“Tentu ini adalah aktivitas yang lazim. Tetapi sekali lagi, apa yang sedang kita lakukan adalah untuk bagaimana pasar kita lebih baik, lebih dalam untuk jangka panjang,” ujarnya.

Ia berharap peningkatan jumlah investor domestik dan penguatan investor institusi lokal dapat mendorong investor asing kembali meningkatkan partisipasi di pasar saham Indonesia.

Di sisi lain, Jeffrey menegaskan BEI tidak pernah memprediksi arah IHSG. Fokus utama bursa adalah memastikan seluruh transaksi berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.

“Kalau kami dari bursa tidak pernah memprediksi indeks. Yang kami pastikan bahwa seluruh transaksi perdagangan itu berjalan secara teratur, wajar, dan efisien,” kata dia.

Pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026, IHSG dibuka melemah 124,17 poin atau 1,85 persen ke level 6.599,15. Pada pukul 11.04 WIB, indeks sempat merosot 320 poin atau 4,77 persen ke level 6.402,55.

Namun pada sesi II, IHSG berhasil memangkas sebagian besar penurunan dan ditutup di level 6.599,24, atau turun 124,08 poin setara 1,85 persen dibanding penutupan sebelumnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada hari yang sama berada di kisaran Rp17.655 per dolar AS. Kondisi ini mencerminkan bahwa tekanan di pasar keuangan domestik masih cukup tinggi.(*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".