KABARBURSA.COM – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan peningkatan kinerja pada tahun buku 2025 dengan laba bersih mencapai Rp857,1 miliar, naik dibandingkan Rp770 miliar pada 2024.
Manajemen KIJA menyatakan peningkatan laba tersebut didorong oleh kinerja operasional yang lebih baik, kenaikan pendapatan bunga, serta penurunan beban lain-lain terutama dari rugi selisih kurs.
Dari sisi pendapatan, KIJA mencatat total pendapatan sebesar Rp5,15 triliun pada 2025 atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kontribusi kuat dari pilar infrastruktur.
Pendapatan dari pilar infrastruktur meningkat 34 persen menjadi Rp2,57 triliun dari sebelumnya Rp1,91 triliun. Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan permintaan listrik dari tenant industri di kawasan Cikarang dan Kendal.
Subsegmen pembangkit listrik menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp1,81 triliun atau naik 54 persen secara tahunan. Sementara pendapatan jasa dan pemeliharaan, termasuk layanan air, limbah, dan pengelolaan estate, meningkat sekitar 5 persen menjadi Rp521,1 miliar.
Di sisi lain, segmen dry port mencatat penurunan pendapatan sekitar 9 persen akibat berkurangnya volume kontainer yang ditangani.
Pilar land development & property mencatat pendapatan Rp2,46 triliun pada 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp2,56 triliun pada 2024. Namun penjualan tanah matang tetap tumbuh dari Rp2,05 triliun menjadi Rp2,10 triliun.
Pendapatan dari pilar leisure & hospitality tercatat Rp124,8 miliar dibandingkan Rp129,1 miliar pada tahun sebelumnya, dengan segmen golf menyumbang sekitar 66 persen dari total pendapatan pilar tersebut.
Secara operasional, laba kotor KIJA meningkat sekitar 3 persen menjadi Rp2,03 triliun dibandingkan Rp1,97 triliun pada 2024. Namun margin laba kotor konsolidasian turun menjadi 39 persen dari sebelumnya 43 persen karena meningkatnya kontribusi segmen infrastruktur yang memiliki margin lebih rendah dibandingkan segmen properti.
EBITDA perusahaan pada 2025 tercatat Rp1,74 triliun atau meningkat sekitar 7 persen dibandingkan Rp1,62 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi likuiditas, posisi kas konsolidasian KIJA per akhir 2025 tercatat sebesar Rp3,6 triliun, meningkat dibandingkan Rp2,0 triliun pada akhir 2024.
Sementara itu, penjualan pemasaran atau marketing sales real estat mencapai Rp3,6 triliun pada 2025, melampaui target perusahaan sebesar Rp3,5 triliun sekaligus menjadi rekor tertinggi bagi perusahaan.
Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 13 persen dibandingkan marketing sales 2024 sebesar Rp3,2 triliun.
Untuk tahun 2026, KIJA menargetkan marketing sales sebesar Rp3,75 triliun yang sebagian besar diharapkan berasal dari penjualan lahan industri di kawasan Kendal dan Cikarang. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.