KABARBURSA.COM – Harga Bitcoin turun menembus level USD80.000 untuk pertama kalinya sejak April 2025.
Dilansir dari BeInCrypto, pelemahan tersebut terjadi seiring tekanan yang melanda aset berisiko global, meski kinerja Bitcoin tercatat masih lebih baik dibandingkan emas dalam periode yang sama.
Dalam beberapa hari terakhir, harga emas mengalami koreksi tajam. Dari Kamis, 29 Januari 2026 hingga Jumat, 30 Januari 2026, logam mulia tersebut tercatat turun hampir 10 persen. Pada periode yang sama, Bitcoin melemah sekitar 5,6 persen. Selisih penurunan ini menyoroti perbedaan respons investor terhadap dua aset yang kerap dipandang sebagai lindung nilai.
Meski sama-sama tertekan, penurunan Bitcoin yang lebih terbatas mencerminkan daya tahan relatif yang lebih kuat dalam jangka pendek. Kondisi tersebut menarik perhatian pelaku pasar baru yang memandang koreksi harga sebagai peluang untuk melakukan akumulasi.
Data on-chain menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah alamat baru di jaringan Bitcoin. Dalam 24 jam terakhir, tercatat sekitar 335.772 alamat baru tercipta, menjadi angka tertinggi dalam dua bulan terakhir sekaligus lonjakan harian terbesar sejak November 2025.
Peningkatan jumlah alamat baru tersebut terjadi ketika harga Bitcoin bergerak mendekati area USD81.000. Aktivitas ini mengindikasikan masuknya peserta pasar baru yang memanfaatkan penurunan harga sebagai titik masuk.
Pertumbuhan alamat baru sering dipantau sebagai indikator meningkatnya adopsi dan minat pasar. Arus partisipasi ini berpotensi memberikan dukungan permintaan dan membantu meredam tekanan harga selama fase koreksi.
Pada saat publikasi, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD78.000. Secara teknikal, BTC tercatat keluar ke bawah dari pola broadening ascending wedge. Struktur tersebut memproyeksikan potensi penurunan lanjutan sekitar 12,6 persen, dengan area target di sekitar USD75.850.
Tekanan jual meningkat setelah Bitcoin kehilangan level support USD82.503. Breakdown ini memperkuat sinyal bearish jangka pendek. Namun, apabila level tersebut kembali direbut, arah sentimen pasar berpotensi berubah, seiring membaiknya indikator on-chain dan pertumbuhan partisipasi jaringan.
Pemulihan yang lebih kuat membutuhkan Bitcoin untuk kembali menembus area USD87.210. Sebaliknya, apabila tekanan berlanjut dan harga gagal bertahan di kisaran saat ini, risiko pelemahan tetap terbuka.
Support berikutnya berada di area USD78.763, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran USD75.895 apabila level tersebut tidak mampu dipertahankan. (*)