Logo
>

Tekanan Sepekan, Deretan Saham ini Turun Paling Dalam

Pergerakan harga saham sepanjang sepekan terakhir menunjukkan tekanan pada sejumlah emiten di BEI.

Ditulis oleh Syahrianto
Tekanan Sepekan, Deretan Saham ini Turun Paling Dalam
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang satu pekan terakhir memperlihatkan tekanan harga pada sejumlah emiten. (Foto: Dok. KabarBursa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang satu pekan terakhir memperlihatkan tekanan harga pada sejumlah emiten. Berdasarkan data perdagangan di platform Stockbit, terdapat 10 saham yang mencatatkan penurunan terdalam dalam sepekan, menjadikannya top losers mingguan di pasar.

    Tekanan paling dalam dialami saham AIMS. Dalam satu minggu perdagangan, harga saham AIMS terkoreksi 46,26 persen ke level 438. Dengan pelemahan tersebut, kapitalisasi pasar AIMS tercatat sebesar Rp96,36 miliar, menempatkannya sebagai saham dengan penurunan mingguan terdalam dalam daftar.

    Di posisi berikutnya, saham ESTA mencatatkan penurunan mingguan sebesar 41,05 persen. Saham ESTA ditutup di level 224 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp543,28 miliar, mencerminkan tekanan harga yang cukup dalam selama sepekan perdagangan.

    Saham BNBR juga masuk dalam jajaran saham dengan koreksi mingguan terbesar. Dalam periode satu minggu, harga saham BNBR turun 40,00 persen ke level 102. Meski mengalami tekanan harga, kapitalisasi pasar BNBR masih tercatat relatif besar, yakni sekitar Rp17,69 triliun.

    Tekanan berlanjut pada saham RMKO yang mencatatkan penurunan harga 39,31 persen dalam sepekan. Saham RMKO berada di level 1.050 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp1,31 triliun, menempatkannya di kelompok atas saham dengan pelemahan mingguan terdalam.

    Saham CARE turut mengalami koreksi signifikan. Dalam satu minggu perdagangan, harga saham CARE turun 37,65 persen ke level 530, dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp17,62 triliun.

    Selanjutnya, saham BBSS membukukan penurunan mingguan sebesar 36,84 persen. Saham BBSS berada di level 288 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp1,38 triliun, masuk dalam jajaran saham dengan tekanan harga terbesar selama sepekan.

    Saham MDIA juga mencatatkan koreksi harga yang dalam. Dalam periode satu minggu perdagangan, harga saham MDIA turun 36,67 persen ke level 57, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp2,24 triliun.

    Berikutnya, saham INDO membukukan penurunan mingguan sebesar 36,14 persen. Saham INDO ditutup di level 318 dengan kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp1,42 triliun, melanjutkan tekanan harga selama sepekan terakhir.

    Tekanan harga juga terjadi pada saham PBSA yang terkoreksi 36,07 persen dalam satu minggu perdagangan. Saham PBSA berada di level 1.560 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp4,68 triliun.

    Daftar saham dengan penurunan terdalam dalam sepekan ditutup oleh saham INTD. Dalam periode satu minggu, harga saham INTD turun 35,90 persen ke level 250, dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp147,96 miliar. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.