KABARBURSA.COM – PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) membuka 2026 dengan lonjakan laba bersih lebih dari 40 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produsen bata ringan itu menilai peningkatan aktivitas pembangunan di sektor properti, kawasan industri, hingga infrastruktur menjadi penopang utama pertumbuhan kinerjanya.
Pada kuartal I 2026, BLES membukukan pendapatan sekitar Rp334 miliar atau naik 6,4 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Pertumbuhan tersebut mendorong laba bersih perseroan menjadi Rp46,88 miliar, meningkat lebih dari 40 kali lipat dibandingkan kuartal I 2025.
Kenaikan kinerja tersebut didukung meningkatnya penjualan bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC), yang masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Permintaan datang dari proyek properti, kawasan industri, dan pembangunan infrastruktur.
Permintaan Material Meningkat
BLES menilai prospek industri bahan bangunan mulai menunjukkan perbaikan memasuki paruh kedua 2026. Berlanjutnya pembangunan perumahan, kawasan industri, gudang logistik, hingga proyek infrastruktur meningkatkan kebutuhan terhadap material konstruksi, termasuk bata ringan.
Perseroan juga melihat penggunaan bata ringan terus meningkat karena dinilai lebih efisien, berkualitas, dan ramah lingkungan dibandingkan material konvensional.
Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Andrew, mengatakan perseroan optimistis tren positif tersebut dapat berlanjut hingga akhir tahun. Menurutnya, prospek industri bahan bangunan semakin positif seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor.
Berbagai potensi yang dimiliki perseroan membuat BLES berpotensi mendapat posisi yang kuat untuk memenuhi permintaan pasar sekaligus terus meningkatkan efisiensi operasional.
“Kinerja pada kuartal pertama menjadi awal yang baik, dan kami optimistis momentum pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026,” ujarnya.
Kapasitas Produksi jadi Modal Kejar Pertumbuhan
Untuk menangkap peningkatan permintaan, BLES mengandalkan kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun yang ditopang enam fasilitas produksi di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara.
Jaringan produksi tersebut memperluas jangkauan distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi logistik ke berbagai wilayah pemasaran. Perseroan menilai skala produksi yang besar menjadi salah satu keunggulan kompetitif untuk menjaga keandalan pasokan dan meningkatkan efisiensi operasional.
Selain memperbesar kapasitas, BLES juga mengoptimalkan produktivitas pabrik, memperkuat pengelolaan rantai pasok, serta memperluas jaringan distribusi guna mempertahankan profitabilitas dalam jangka panjang.(*)