Logo
>

IHSG Parkir di Zona Merah Usai Melemah 1,28 Persen

Mengutip Stockbit, total transaksi di seluruh pasar tercatat sebanyak 154,61 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp9,10 triliun

Ditulis oleh Hutama Prayoga
IHSG Parkir di Zona Merah Usai Melemah 1,28 Persen
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa.com/Fadli)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 1,28 persen atau turun 75,34 poin ke level 5.820 pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026.

Pada hari ini, IHSG dibuka di level 5.932 dan sempat menggapai titik tertinggi di angka 5.942. Sementara titik terendah di level 5.800.

Mengutip Stockbit, total transaksi di seluruh pasar tercatat sebanyak 154,61 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp9,10 triliun serta frekuensi perdangan sebanyak 1,23 juta kali.

Berdasarkan data sektoral, hanya satu sektor yang berada di zona hijau yakni properti setelah mengalami penguatan 0,71 persen.

Sementara itu, sektor infrastruktur mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 1,58 persen, diikuti oleh sektor industri dasar (basic-ind) yang melemah 1,42 persen, dan sektor finansial turun sebesar 1,14 persen.

Penurunan juga terjadi pada sektor transportasi sebesar 0,90 persen, sektor konsumer siklikal sebesar 0,80 persen, sektor konsumer non-siklikal sebesar 0,75 persen, serta sektor energi yang melemah 0,48 persen. 
Selanjutnya, sektor kesehatan mencatatkan koreksi sebesar 0,37 persen, sektor teknologi turun 0,35 persen, dan sektor industri melemah tipis sebesar 0,31 persen.

Rupiah Perkasa

Berbanding terbalik dengan IHSG, nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat sebesar 71 poin ke level  Rp17.851 pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah hari ini tidak lepas dari rencana pemerintah memangkas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi 250 dari 1.000 perusahaan.

"Restrukturisasi BUMN dinilai sebagai langkah strategis. Pemangkasan jumlah BUMN ini bertujuan mengurangi beban anggaran yang besar, sekaligus meningkatkan efisiensi," ujar dia dalam keterangannya.

Selain itu, sentimen positif juga datang setelah keputusan pemerintah tidak menerima tawaran bantuan dana sebesar USD30 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Menurut Ibrahim, Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah memiliki keyakinan terhadap kemampuan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan global.

"Bagi pelaku pasar, keputusan tersebut mempertegas optimisme pemerintah terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia," kata dia.

Terdekat, Ibrahim mengatakan oelaku pasar masih menunggu sejumlah indikator ekonomi awal bulan Juli 2026, yakni data neraca perdagangan Indonesia serta tingkat inflasi. 
"Kedua data tersebut diperkirakan menjadi pertimbangan penting dalam membaca kondisi ekonomi nasional dan arah pergerakan rupiah selanjutnya," ujarnya.

Sementara itu untuk perdagangan besok, Senin, 29 Juni 2026, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat direntang  Rp17.800- Rp17.860.

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.