KABARBURSA.COM - Direktur PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) Nely Layanto tercatat menambah kepemilikan saham WINS yang dilakukan pada 15 Januari 2026.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Nely terpantau membeli sebanyak 620.200 saham dengan harga Rp498.
Setelah transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Nelvy Luyanto di PT Wintermar Offshore Marine Tbk meningkat menjadi 40.049.101 saham dari sebelumnya 39.428.901 saham.
Seiring dengan itu, porsi kepemilikan saham Nelvy ikut meningkat dari 0,8838 persen saat ini menjadi 0,8977 persen.
Dalam laporan itu disebutkan jika transaksi ini dilakukan untuk tujuan investasi. Disampaikan pula jika jika Nelvy bukan merupakan pengendali Perseroan. Status pengendali tidak berubah setelah transaksi dilakukan.
Adapun pada sesi I perdagangan hari ini, Senin, 9 Januari 2026, saham WINS melemah sebesar 0,40 persen atau 2 poin ke level Rp498.
Dalam periode satu bulan terakhir, saham WINS mengalami koreksi sebesar 2,91 persen. Harga saham sempat bergerak dari area 585 dan turun hingga menyentuh level 464.
Meski demikian, jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih panjang, kinerja saham WINS masih menunjukkan tren positif. Dalam tiga bulan terakhir, saham ini tercatat menguat 20,77 persen, bergerak dari level terendah di kisaran 414 hingga menyentuh area 585.
Penguatan juga berlanjut dalam periode enam bulan dengan kenaikan sebesar 29,53 persen. Harga saham sempat berada di level terendah 368 sebelum kembali menguat ke area 585.
Sementara itu, secara year to date, saham WINS masih mencatatkan koreksi sebesar 6,54 persen. Harga bergerak dari level 482 dan sempat menyentuh area tertinggi 585 sebelum kembali melemah.
Dalam jangka panjang, performa saham WINS terbilang solid. Dalam satu tahun terakhir, saham ini mencatatkan kenaikan sebesar 21,05 persen.
Bahkan dalam periode tiga tahun, harga saham telah melonjak 66,94 persen, dan dalam lima tahun melesat hingga 381,93 persen. Secara historis, dalam rentang sepuluh tahun, saham WINS telah mencatatkan kenaikan lebih dari 254 persen. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.