Logo
>

CPO Topang Laba LSIP, ini Target Harga dan Rekomendasinya

Laba FY2025 naik 27,8 persen jadi Rp1,887 triliun, margin membaik ke 34,2 persen, MNC Sekuritas pertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp1.500, saham LSIP menguat 4,68 persen intraday.

Ditulis oleh Yunila Wati
CPO Topang Laba LSIP, ini Target Harga dan Rekomendasinya
Tidak hanya mencatatkan kinerja keuangan yang stabil, pergerakan LSIP di lantai bursa pun terus melonjak. (Foto: Dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM – PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun buku 2025. Hal ini sejalan dengan dinamika harga crude palm oil (CPO) yang lebih kondusif dibandingkan tahun sebelumnya. 

Laba bersih LSIP pada FY2025 mencapai Rp1,887 triliun atau naik 27,8 persen secara tahunan dibandingkan Rp1,476 triliun pada FY2024. Capaian tersebut melampaui estimasi konsensus maupun proyeksi internal riset.

Dari sisi pendapatan, LSIP membukukan penjualan sebesar Rp5,511 triliun pada FY2025, tumbuh 20,8 persen dibandingkan Rp4,562 triliun pada FY2024. Kenaikan ini terjadi di tengah pertumbuhan beban pokok penjualan sebesar 26,4 persen menjadi Rp3,250 triliun. 

Dengan struktur tersebut, laba bruto tercatat Rp2,261 triliun atau meningkat 13,5 persen secara tahunan, sementara laba usaha naik 29,5 persen menjadi Rp2,008 triliun.

Margin juga menunjukkan perbaikan. Margin laba bersih naik menjadi 34,2 persen dari 32,4 persen pada tahun sebelumnya. Margin operasional meningkat menjadi 36,4 persen dari 34,0 persen, mencerminkan efisiensi operasional di tengah kenaikan harga komoditas.

Kontributor utama pertumbuhan pendapatan berasal dari segmen CPO dan palm kernel. Penjualan CPO sepanjang FY2025 mencapai Rp4,093 triliun atau naik 12,4 persen secara tahunan. Sementara itu, penjualan produk palm kernel dan turunannya melonjak 84,5 persen menjadi Rp1,093 triliun, menunjukkan ekspansi signifikan pada lini tersebut. 

Volume produksi CPO tercatat 292 ribu ton atau naik 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan volume penjualan CPO meningkat 3,6 persen menjadi 290 ribu ton.

Dari sisi operasional, total tandan buah segar (TBS) yang diolah relatif stabil di kisaran 1,343 juta ton pada FY2025. Produksi TBS inti tercatat 1,139 juta ton atau turun tipis 2,9 persen secara tahunan, sementara pembelian TBS eksternal meningkat 18,6 persen menjadi 204 ribu ton. 

Peningkatan ini menjaga stabilitas kapasitas olah dan mendukung produksi CPO.

Berdasarkan kinerja tersebut, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp1.500 per saham. Proyeksi tersebut mempertimbangkan pertumbuhan laba bersih yang melampaui ekspektasi serta dukungan harga CPO yang masih berada pada level relatif tinggi.

Harga Saham Naik 4,68 Persen

Pergerakan intraday LSIP pada perdagangan 2 Maret 2026 menunjukkan respons positif terhadap publikasi kinerja tahunan dan pembaruan rekomendasi riset. Hingga sesi berjalan, saham LSIP berada di level 1.230 atau naik 55 poin setara 4,68 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.175.

Saham dibuka di level 1.180 dan sempat menyentuh titik terendah di area yang sama sebelum bergerak naik hingga mencapai level tertinggi 1.270. Setelah menyentuh puncak intraday tersebut, harga bergerak stabil di kisaran 1.220–1.230. 

Rentang pergerakan 1.180–1.270 mencerminkan volatilitas yang cukup lebar dalam satu sesi, dengan kenaikan yang terjadi sejak awal perdagangan.

Volume transaksi tercatat 556,47 ribu lot dengan nilai sekitar Rp68,9 miliar dan harga rata-rata 1.238. Level rata-rata tersebut berada di atas harga penutupan sebelumnya, menunjukkan mayoritas transaksi terjadi pada harga yang lebih tinggi dibandingkan sesi sebelumnya.

Dengan batas auto rejection atas (ARA) di level 1.465 dan batas bawah (ARB) di 1.000, ruang pergerakan LSIP masih terbuka di kedua arah. Kenaikan intraday yang mencapai hampir 5 persen menempatkan LSIP sebagai salah satu saham perkebunan yang bergerak aktif pada sesi ini, sejalan dengan sentimen positif terhadap dinamika harga CPO dan pertumbuhan laba tahun buku 2025.

Pergerakan harga yang menguat sejak pembukaan hingga mendekati area tertinggi intraday mencerminkan adanya akselerasi permintaan pada awal sesi, sebelum memasuki fase konsolidasi ringan menjelang pertengahan hari.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79