Logo
>

Dana Asing Masih Keluar Rp83 Miliar saat IHSG Turun 2,61 Persen

Meski investor asing mencatatkan net sell pada sesi perdagangan, sejumlah saham seperti BUMI, GOTO, hingga BNBR masih mencatatkan akumulasi dana asing.

Ditulis oleh Syahrianto
Dana Asing Masih Keluar Rp83 Miliar saat IHSG Turun 2,61 Persen
Pergerakan IHSG dan arus dana asing pada sesi perdagangan siang di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan pada sesi I perdagangan Jumat, 6 Maret 2026. Indeks tercatat turun 201,44 poin atau 2,61 persen ke level 7.509,10.

IHSG dibuka di level 7.699,47 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 7.700,32 sebelum bergerak turun hingga menyentuh level terendah 7.504,35 pada sesi perdagangan pagi. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp8,86 triliun dengan volume mencapai 182,94 juta lot.

Di tengah pelemahan indeks tersebut, data aktivitas investor menunjukkan arus dana asing masih mencatatkan penjualan bersih. Berdasarkan data perdagangan, nilai pembelian asing tercatat sekitar Rp2,97 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp3,05 triliun sehingga menghasilkan net foreign sell sebesar Rp83,78 miliar.

Kontribusi investor asing terhadap total transaksi tercatat sekitar 32,04 persen, sementara investor domestik mendominasi perdagangan dengan porsi sekitar 67,96 persen.

Meski secara agregat masih terjadi net foreign sell, sejumlah saham tetap mencatatkan akumulasi dana asing pada sesi perdagangan siang. Data Stockbit Sekuritas menunjukkan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar net foreign buy dengan pembelian asing sebanyak 525.944.000 saham dan penjualan 356.177.200 saham sehingga menghasilkan net foreign buy sebesar 169.766.800 saham.

Posisi berikutnya ditempati PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan pembelian asing 648.183.534 saham dan penjualan 496.599.235 saham sehingga menghasilkan net foreign buy 151.584.299 saham.

Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga mencatatkan akumulasi asing dengan pembelian 100.344.400 saham dan penjualan 23.047.300 saham sehingga net foreign buy mencapai 77.297.100 saham.

Sementara itu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatat pembelian asing 45.414.900 saham dan penjualan 12.289.000 saham dengan net foreign buy sebesar 33.125.900 saham.

Saham lain yang masuk daftar akumulasi asing antara lain PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan net foreign buy 18.934.500 saham, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 15.852.600 saham, serta PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HUMI) sebesar 13.133.200 saham.

Selain itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga tercatat dalam daftar saham dengan pembelian bersih asing pada sesi perdagangan siang.

Dari sisi aktivitas broker, Stockbit Sekuritas Digital (XL) tercatat sebagai broker dengan nilai transaksi terbesar sekitar Rp2,43 triliun, diikuti UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar Rp2,14 triliun dan Mandiri Sekuritas (CC) sekitar Rp1,61 triliun.

Selanjutnya, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) mencatat nilai transaksi Rp1,39 triliun, diikuti CGS International Sekuritas Indonesia (YU) sebesar Rp1,24 triliun serta Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) sekitar Rp826,1 miliar.

Pergerakan ini mencerminkan tekanan pasar yang masih terjadi pada perdagangan pagi, meski aliran dana asing tetap terlihat masuk secara selektif ke sejumlah saham tertentu di tengah koreksi IHSG. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.