Logo
>

Diversifikasi, MPXL Dirikan Anak Usaha Tambang Rp5 Miliar

MPXL membentuk anak usaha baru PT Tambang Raya Sejahtera dengan modal disetor Rp5 miliar untuk diversifikasi.

Ditulis oleh Syahrianto
Diversifikasi, MPXL Dirikan Anak Usaha Tambang Rp5 Miliar
Dalam komposisi kepemilikan, MPXL menguasai 4.975 saham atau setara 99,50 persen. (Foto: Dok. MPXL)

KABARBURSA.COM – PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) mendirikan anak usaha baru bernama PT Tambang Raya Sejahtera dengan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp5 miliar. 

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, MPXL menyebutkan pendirian anak usaha tersebut dilakukan berdasarkan Akta Pendirian No. 1 tanggal 9 Januari 2026 yang dibuat di hadapan Maureen Felicia Widyasari, S.H., M.Kn. Akta pendirian telah memperoleh pengesahan Kementerian Hukum dan HAM pada 20 Januari 2026 dengan nomor AHU-0002507.AH.01.02.TAHUN 2026.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan MPXL, James S. Chandra, menyampaikan bahwa pendirian entitas anak tersebut merupakan bagian dari pengembangan kegiatan usaha Perseroan.

“Perseroan telah mendirikan anak usaha PT Tambang Raya Sejahtera dengan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp5,0 miliar,” ujar James, Kamis, 22 Januari 2026.

Berdasarkan struktur permodalan, PT Tambang Raya Sejahtera memiliki modal dasar Rp10,0 miliar yang terbagi atas 10.000 saham, dengan modal ditempatkan dan disetor sebanyak 5.000 saham. 

Dalam komposisi kepemilikan, MPXL menguasai 4.975 saham atau setara 99,50 persen, sementara James memiliki 25 saham atau 0,50 persen.

Selaras dengan Arah Bisnis dan Kondisi Fundamental

Dalam Paparan Publik Tahunan MPXL yang disampaikan pada 15 Desember 2025, Perseroan memaparkan bahwa kegiatan usaha utama MPXL berada di sektor pengangkutan dan perdagangan komoditas, termasuk semen curah, batu kapur, clinker, batu bara, fly ash, bottom ash, serta material turunan industri lainnya.

Paparan tersebut juga menunjukkan bahwa hingga 30 September 2025, kinerja keuangan MPXL masih berada dalam tekanan. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp91,42 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp147,98 miliar, dengan rugi bersih Rp5,70 miliar. Pada periode tersebut, total aset MPXL tercatat Rp219,91 miliar, dengan ekuitas Rp91,61 miliar.

Dalam dokumen paparan publik yang sama, manajemen MPXL menyampaikan strategi usaha tahun 2026, antara lain memperluas peluang bisnis di luar komoditas semen curah, meningkatkan aktivitas perdagangan dan distribusi material, serta memperluas portofolio komoditas yang ditangani Perseroan.

Sejalan dengan strategi tersebut, MPXL menyatakan bahwa PT Tambang Raya Sejahtera akan bergerak di bidang perdagangan besar, meliputi perdagangan bahan bakar padat, cair, dan gas serta produk terkait (KBLI 46610), perdagangan besar logam dan bijih logam (KBLI 46620), serta perdagangan besar mineral bukan logam (KBLI 46641).

James menyampaikan bahwa pendirian entitas anak tersebut dimaksudkan untuk menunjang kegiatan usaha Perseroan. “Pendirian entitas anak ini dilakukan sebagai penunjang kegiatan usaha Perseroan dalam rangka diversifikasi dan pengembangan usaha,” ujarnya. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.