KABARBURSA.COM – Setelah perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir, tampak peta pergerakan uang bergerak deras. Sekitar Rp6 triliun berpindah tangan di 10 saham paling aktif hari ini. Sebagian ditutup melonjak, sebagian lain justru tenggelam, meski sama-sama dibanjiri transaksi.
Nama besar kembali mendominasi daftar teratas. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat nilai transaksi terbesar, menembus Rp1,72 triliun. Namun harga sahamnya justru ditutup melemah 2,84 persen ke level 410. Frekuensi transaksi mencapai 172.990 kali, tertinggi hari ini, menandakan perpindahan kepemilikan berlangsung sangat padat, bukan lewat satu atau dua transaksi besar.
Pola serupa terlihat pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Volume GOTO menjadi yang terbesar dengan 55,62 juta saham berpindah tangan dan nilai Rp376,61 miliar. Namun di akhir sesi, saham ini tetap ditutup turun 1,45 persen ke 68. Aktivitas ramai tidak otomatis membawa harga ke zona hijau.
Di sisi lain layar, kontrasnya cukup tajam. Bersama PT Zatta Jaya Tbk justru melesat dan mengunci Auto Reject Atas (ARA) di 81. Saham ini naik 35 persen dalam sehari, dengan volume 17,52 juta saham dan nilai transaksi Rp129,09 miliar. Antrean beli menumpuk hingga penutupan, memperlihatkan minat yang tersebar lewat ribuan transaksi kecil.
Sektor tekstil juga mencuri perhatian. PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mengunci ARA di level 110. Meski nilai transaksinya relatif lebih kecil, hanya Rp69,23 miliar, frekuensi mencapai hampir 40 ribu kali.
Aktivitas padat juga menyebar ke papan pengembangan. PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) bergerak aktif dengan volume hampir 12 juta saham dan nilai Rp113,03 miliar. Harga BBKP naik tipis 1,08 persen ke 94, mencerminkan perdagangan yang lebih seimbang antara pembeli dan penjual hingga akhir sesi.
Berbeda arah, saham properti PT Sentul City Tbk justru tertekan. BKSL ditutup turun 5,59 persen ke 152, meski volume mencapai lebih dari 11 juta saham dengan nilai transaksi Rp172,27 miliar. Frekuensi yang tinggi menunjukkan tekanan jual terjadi secara bertahap, bukan lewat satu gelombang besar.
Dari kelompok teknologi dan jasa, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) tampil aktif dan ditutup menguat 4,42 persen ke 520. Nilai transaksi INET mendekati Rp490 miliar dengan frekuensi hampir 69 ribu kali, mencerminkan tarik-menarik minat di berbagai level harga.
Saham tambang jasa PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga masuk jajaran teraktif. DEWA menguat 2 persen ke 765, dengan nilai transaksi Rp606,92 miliar. Perdagangan berlangsung rapat hingga penutupan, tanpa lonjakan ekstrem di menit-menit akhir.
Di sektor lain, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) bergerak relatif stabil. MINA naik tipis 0,79 persen ke 635, namun frekuensi mencapai 85.530 kali dengan nilai Rp517,14 miliar. Angka ini menandakan partisipasi ritel yang luas, meski tanpa dorongan harga agresif.
Sementara itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) ditutup menguat 2,60 persen ke 790. Nilai transaksi MBMA menembus Rp554,50 miliar, dengan pergerakan harga yang relatif terjaga di kisaran atas hingga akhir sesi. (*)