KABARBURSA.COM - Periode libur anak sekolah menjadi momentum penting bagi industri dan pariwisata di dalam negeri. Pada masa ini, aktivitas perjalanan keluarga cenderung meningkat seiring bertambahnya waktu luang perlajar dan orang tua untuk berwisata.
Adapun khusus untuk wilayah Jakarta, libur sekolah semester genap tahun ajaran 2025-2026 jatuh pada tanggal 27 Juni hingga 11 Juli 2026.
Untuk pasar modal, momen libur sekolah ini bakal berdampak positif terhadap sejumlah emiten. Salah satunya ialah PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), emiten pengelola wisata bernama Ancol di Jakarta.
Bagi PJAA, musim libur sekolah merupakan salah satu periode puncak kunjungan yang berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
PJAA memiliki sejumlah segmen bisnis mencangkup real estate (pembangunan, penjualan, dan penyewaan bangunan, serta penjualan tanah kavling) dan pariwisata, termasuk mengelola taman bermain dan area rekreasi, pasar seni, dan dermaga.
Salah satu yang menjadi andalan PJAA saat musim libur sekolah ialah kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol yang terletak di Jakarta Utara.
Jumlah pengunjung bisa dikatakan menjadi indikator utama bagi PJAA yang menopang kinerja bisnis perusahaan. Setiap wisatawan yang masuk ke kawasan Ancol, berpotensi mendongkrak kenaikan pendapatan dari PJAA.
Karakteristik bisnis sperti itu membuat PJAA memiliki pola musiman yang cukup kuat. Periode libur sekolah, lebaran, hingga natal dan baru bisa menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan PJAA dibanding hari biasanya.
Pada libur sekolah 2025 periode akhir Juni dan awal Juli misalnya, manajemen PJAA menargetkan sekitar 680 ribu pengunjung. Angka ini naik berkisar 10 oersen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 610 kunjungan.
Catatan Laba dan Pendapatan di Musim Liburan
Musim libur sekolah biasanya terjadi pada periode akhir Juni hingga awal Juli 2026 atau dalam laporan keuangan, periode ini masuk ke dalam kuartal II dan kuartal III.
Jika berkaca pada tren historis laba bersih, PJAA menunjukkan performa yang kuat secara kuartalan namun terpantau melemah secara tahunan.
Pada 2024, kinerja PJAA menunjukkan pola musiman yang cukup jelas. Berdasarkan data Stockbit, laba bersih PJAA oada kuartal II mencapai Rp47 miliar, melonjak dibanding laba kuartal I yang hanya sebesar Rp13 miliar. Namun secara tahunan (year on year), capaian tersebut masih rendah dibanding laba bersih kuartal II 2023 yang mencapai Rp63 miliar.
Pola serupa kembali terlihat pada 2025. Setelah mencatat rugi bersih Rp11 miliar pada kuartal I, PJAA berhasil membalikkan keadaan dengan membukukan laba bersih Rp33 miliar pada kuartal II.
Meski menunjukkan perbaikan secara kuartalan, kinerja tersebut masih berada di bawah laba bersih kuartal II 2024 yang sebesar Rp47 miliar.
Memasukki kuartal III 2024, laba bersih PJAA tercatat sebesar Rp41 miliar. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding laba kuartal sebelumnya yang mencapai Rp47 miliar.
Secara tahunan, capaian tersebut juga masih tertinggal dari laba bersih kuartal III 2023 yang sebesar Rp63 miliar.
Sementara itu, pada kuartal III 2025, PJAA kembali mencatatkan peningkatan laba bersih menjadi Rp37 miliar dari Rp33 miliar pada kuartal II 2025.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih tersebut masih mengalami penurunan dari Rp41 miliar yang dibukukan pada kuartal III 2024.
Pengamat pasar modal, Wahyu Tri Laksono mengatakan untuk tahun 2026, urgensi pemulihan di kuartal II sangat besar. Sebab, pada kuartal I, PJAA mengalami rugi mencapai Rp39 miliar.
Wahyu menilai, momentum liburan sekolah di bulan Juni 2026 akan menjadi mesin utama pendongkrak kunjungan ke kawasan rekreasi Ancol dan Dunia Fantasi.
"Lonjakan kunjungan pada Juni ini diperkirakan akan menutup rapor merah kuartal I dan berkontribusi besar dalam menopang target pendapatan TTM (Trailing Twelve Months) yang saat ini berada di angka Rp1.118 miliar," ujar dia kepada Kabarbursa.com, Sabtu, 20 Juni 2026.
Adapun Wahyu memandang, PJAA dapat dikategorikan sebagai salah satu emiten yang paling diuntungkan secara langsung oleh momentum liburan sekolah domestik dibandingkan emiten pariwisata lainnya.
Menurutnya, lokasi Taman Impian Jaya Ancol yang berada di pusat megapolitan Jakarta menjadikannya destinasi utama liburan keluarga yang sangat terjangkau bagi masyarakat Jabodetabek maupun wisatawan lokal.
"Berbeda dengan emiten hotel bintang lima atau maskapai yang bergantung pada biaya perjalanan tinggi dan tren pariwisata global/korporat, model bisnis rekreasi harian seperti PJAA mengalami traffic padat secara instan begitu gerbang sekolah diliburkan," kata dia.
Wahyu menilai Karakteristik tersebut membuat PJAA menjadi penerima manfaat paling murni dari siklus liburan anak sekolah.
Strategi Ancol Hadapi Libur Sekolah 2026
Seiring untuk memperkuat proses transformasi, Ancol memiliki sejumlah strategi guna menarik minat masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk mengisi liburan sekolah dengan beragam aktivitas positif, edukatif, dan menyenangkan dari tanggal 20 Juni hingga 12 Juli 2026.
Dalan keterangannya, 3 Juni 2026 lalu, manajemen Ancol menyampaikan berbagai pilihan wahana dan program acara spesial, liburan kali ini akan menjadi momen penuh kebahagiaan, inspiratif dan kebersamaan yang tak terlupakan bagi keluarga. Salah satunya adalah Summer Escape at Dufan.
Menyambut pekan liburan sekolah 2026, Dunia Fantasi (Dufan) Ancol menghadirkan berbagai program dan hiburan spesial dengan tema Summer Escape in Dufan, yang siap memberikan suasana liburan yang ceria, santai dan menyegarkan.
Ada juga summer holiday extravaganza at Sea World Ancol. Di sini, Beragam program edukatif dan hiburan spesial yang dirancang untuk memperkaya pengalaman anak-anak dan keluarga.
Lalu, Ancol menghadirkan Year of Ocean Wonder (Perayaan 52 Tahun) di Samudra Ancol yang menghadirkan serangkaian program spesial yang semakin memperkaya pengalaman pengunjung.
Tak ketinggalan, terdapat pula program dengan tema liburan penuh warna di Jakarta Bird Land. Program ini bertujuan menambah daya tarik utama, menyediakan interaksi edukatif, serta menumbuhkan kesadaran konservasi terhadap spesies burung eksotik.
Pergerakan Saham
Wahyu memandang, secara historis dan psikologis pasar, momentum liburan sekolah dapat menjadi katalis positif jangka pendek bagi saham PJAA.
Wahyu menyebut pemulihan kinerja keuangan di kuartal II 2026 yang digerakkan oleh liburan sekolah diharapkan mampu membalikkan sentimen negatif dari kerugian kuartal I.
"Apabila rilis data kunjungan atau estimasi laporan keuangan kuartal II menunjukkan hasil memuaskan, hal ini akan menurunkan kekhawatiran pasar terhadap angka annualised net income 2026," ungkap Wahyu. (*)