Logo
>

Efisiensi FORE tak Stabil Sepanjang 2025, Saham Bergerak Liar

Ekspansi agresif pasca IPO berjalan di tengah fluktuasi efisiensi operasional dan pergerakan harga saham yang volatil.

Ditulis oleh Syahrianto
Efisiensi FORE tak Stabil Sepanjang 2025, Saham Bergerak Liar
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatat dinamika efisiensi operasional sepanjang 2025 yang bergerak tidak konsisten di tengah ekspansi agresif jaringan gerai. (Foto: Dok. Fore Indonesia)

KABARBURSA.COM PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatat dinamika efisiensi operasional sepanjang 2025 yang bergerak tidak konsisten di tengah ekspansi agresif jaringan gerai. 

Kondisi ini terjadi bersamaan dengan pergerakan harga saham yang fluktuatif dalam beberapa sesi perdagangan April 2026.

Manajemen FORE dalam laporan tahunan menyampaikan bahwa ekspansi menjadi fokus utama setelah perusahaan menghimpun dana dari penawaran umum perdana saham (IPO) pada April 2025. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk pembukaan outlet baru.

“Sekitar 95 persen dana hasil IPO digunakan untuk ekspansi gerai, sementara sisanya untuk modal kerja,” sebagaimana tercantum dalam laporan tahunan perusahaan dikutip, Sabtu, 18 April 2026.

Sepanjang 2025, jumlah gerai FORE tercatat mencapai 322 outlet secara grup, dengan 316 gerai berada di Indonesia yang tersebar di 57 kota dan 22 provinsi. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan 122 gerai pada 2022 dan 172 gerai pada 2023.

Ekspansi tersebut berlanjut dengan rencana penambahan sekitar 170 gerai baru, terdiri dari 140 outlet oleh entitas induk dan 30 outlet oleh anak usaha. Strategi ini menjadi bagian dari penguatan penetrasi pasar domestik dan pengembangan lini bisnis.

Namun di sisi operasional, indikator efisiensi menunjukkan pergerakan yang tidak stabil. Siklus konversi kas (cash conversion cycle/CCC) tercatat sempat berada di posisi negatif pada kuartal II-2025, sebelum berbalik menjadi positif dan meningkat hingga 7,76 hari pada kuartal IV-2025.

Perubahan ini terjadi seiring kenaikan periode penyimpanan persediaan. Data menunjukkan days inventory outstanding meningkat signifikan, yang mencerminkan waktu penyimpanan stok yang lebih lama sebelum terjual.

Di sisi lain, periode penagihan piutang tetap relatif singkat dengan days sales outstanding sekitar dua hari. Sementara itu, perusahaan juga mencatat perpanjangan periode pembayaran kepada pemasok pada paruh kedua tahun berjalan.

Kombinasi faktor tersebut menunjukkan dinamika pengelolaan modal kerja sepanjang 2025. Fluktuasi indikator efisiensi ini terjadi dalam periode yang sama dengan percepatan ekspansi jaringan gerai.

Pergerakan saham FORE dalam beberapa sesi perdagangan April 2026 turut mencerminkan dinamika tersebut. Harga saham bergerak dalam rentang lebar dari 740 hingga 980 dalam waktu berdekatan.

Pada 13 April 2026, saham FORE melonjak 14,62 persen ke level 980 dengan nilai transaksi mencapai Rp110,09 miliar dan volume lebih dari 1,12 juta lot. Namun pada sesi berikutnya, harga mengalami koreksi seiring perubahan arah arus dana asing.

Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatat pembelian bersih sekitar Rp11,16 miliar pada 13 April, namun berbalik menjadi penjualan bersih sekitar Rp5,70 miliar pada 14 April. Pola ini menunjukkan pergerakan arus dana yang tidak konsisten.

Pada 17 April 2026, saham kembali menguat 3,26 persen ke level 950 dengan nilai transaksi Rp21,33 miliar, disertai pembelian bersih asing sekitar Rp2,21 miliar. Aktivitas ini terjadi setelah beberapa sesi sebelumnya mencatatkan fluktuasi arah transaksi.

Volume dan frekuensi perdagangan meningkat signifikan pada saat terjadi lonjakan harga. Frekuensi transaksi pada 13 April tercatat mencapai lebih dari 30 ribu kali, mencerminkan aktivitas pasar yang intens dalam periode singkat.

Di tengah dinamika tersebut, FORE tetap menjalankan strategi ekspansi sebagai bagian dari model bisnisnya. Perusahaan mengembangkan portofolio produk yang mencakup kopi, non-kopi, serta lini bakery melalui unit usaha terkait.

Sebagai perusahaan terbuka, FORE memiliki kepemilikan publik sekitar 21,08 persen. Status ini diperoleh setelah perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2025.

Perkembangan efisiensi operasional, ekspansi jaringan, serta pergerakan saham menjadi bagian dari dinamika yang berlangsung dalam periode yang sama. Data tersebut menjadi acuan bagi pelaku pasar dalam mencermati kinerja dan aktivitas perdagangan saham FORE.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.