Logo
>

Emas Tergelincir: MDKA, PSAB, HRTA Tak Berdenyut

Harga emas dunia jatuh tajam akibat profit taking dan penguatan dolar AS, menekan saham HRTA, PSAB, dan MDKA yang sama-sama terperosok hampir menyentuh batas koreksi harian.

Ditulis oleh Yunila Wati
Emas Tergelincir: MDKA, PSAB, HRTA Tak Berdenyut
Harga emas dua hari terakhir tergerus cukup dalam dan menjadi sentimen negatif bagi sejumlah saham terkait. Foto: Dok KabarBursa.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Tekanan tajam harga emas global dalam dua hari perdagangan terakhir langsung tercermin ke pergerakan saham-saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pelemahan yang terjadi bukan bersifat gradual, melainkan berlangsung cepat dan dalam, membuat saham-saham sektor emas kehilangan denyut transaksi sejak awal sesi hingga menjelang penutupan perdagangan.

    Harga emas di pasar spot tercatat turun sekitar 15 persen dalam dua hari, dari level USD5.375 per troy ounce pada pembukaan perdagangan Jumat, 30 Januari, ke area USD4.586 per troy ounce pada Senin pagi, 2 Februari 2026. 

    Setelah penurunan tajam tersebut, harga bergerak terbatas di kisaran USD4.600–4.700 per troy ounce. Bloomberg melaporkan pelemahan ini dipicu oleh efek squeeze akibat aksi ambil untung besar-besaran, yang diperkuat oleh penguatan dolar Amerika Serikat menyusul penunjukan Kevin Warsh sebagai calon kepala The Federal Reserve menggantikan Jerome Powell pada Mei 2026. 

    Warsh dikenal kritis terhadap neraca The Fed yang membengkak, sehingga pasar mulai mengantisipasi pengetatan neraca atau quantitative tightening serta berkurangnya intervensi bank sentral dalam pasar keuangan.

    Sentimen global tersebut langsung menekan saham-saham emas domestik. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, anjlok 330 poin atau 14,80 persen ke level 1.900. Sejak pembukaan sesi, HRTA langsung jatuh tajam dan tidak pernah menunjukkan upaya pemulihan berarti. 

    Sepanjang perdagangan, harga bergerak menurun hingga mendatar di area bawah, yang mencerminkan minimnya minat beli lanjutan. Volume transaksi tercatat sekitar 40,74 juta saham, sedikit di bawah rata-rata volume hariannya, menandakan tekanan jual berlangsung tanpa diiringi lonjakan likuiditas yang sehat.

    Tekanan serupa terjadi pada saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). Saham ini ditutup melemah 82 poin atau 14,91 persen ke level 468. Pergerakan intraday menunjukkan pola yang nyaris identik, dengan penurunan tajam di awal sesi lalu bergerak datar di area rendah hingga siang hari. 

    Volume transaksi mencapai sekitar 153,31 juta saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata volume hariannya, mengindikasikan distribusi aktif di tengah tekanan harga. Meski transaksi relatif ramai, harga tetap tidak mampu bangkit, memperlihatkan dominasi penjual sepanjang sesi.

    Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga tidak luput dari tekanan. Pada perdagangan yang sama, MDKA terkoreksi 480 poin atau 14,95 persen ke level 2.730. Saham ini sempat dibuka di area yang lebih tinggi, namun langsung tertekan tajam pada menit-menit awal perdagangan. 

    Setelah penurunan awal, harga cenderung mendatar di kisaran bawah tanpa upaya rebound berarti hingga siang hari. Volume transaksi tercatat sekitar 113,76 juta saham, lebih tinggi dari rata-rata volume harian, namun likuiditas tersebut lebih mencerminkan proses distribusi dibandingkan akumulasi.

    Pola pergerakan ketiga saham emas ini menunjukkan karakter yang sama. Penurunan tajam terjadi sejak awal sesi, diikuti fase mendatar yang panjang di level rendah. Struktur pergerakan tersebut mencerminkan kombinasi antara panic selling awal dan sikap wait and see dari pelaku pasar setelah harga jatuh cukup dalam. 

    Minimnya pantulan intraday menunjukkan bahwa pelaku pasar belum melihat katalis jangka pendek yang mampu menahan tekanan, seiring ketidakpastian arah emas global pasca perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.

    Secara keseluruhan, tergelincirnya harga emas dunia akibat kombinasi profit taking dan penguatan dolar telah memukul sentimen saham emas domestik secara serentak. Saham HRTA, PSAB, dan MDKA sama-sama mengalami koreksi mendekati batas maksimal harian, dengan aktivitas transaksi yang semakin melemah seiring berjalannya waktu. 

    Data ini menggambarkan bahwa pelemahan emas global tidak hanya berdampak pada harga komoditas, tetapi juga langsung menggerus kepercayaan pasar terhadap saham-saham sektor emas, setidaknya dalam jangka sangat pendek, hingga arah kebijakan moneter global kembali memperoleh kejelasan.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79