Logo
>

Emas Tertahan di Puncak, Sentimen Damai Tekan Permintaan

Emas spot nyaris tak bergeser, bertahan di kisaran USD4.785,57 per ons pada pukul 24.36 WIB

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Emas Tertahan di Puncak, Sentimen Damai Tekan Permintaan
Ilustrasi emas perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Harga emas bergerak relatif stabil. Setelah sempat menanjak ke titik tertinggi dalam sebulan pada sesi sebelumnya, laju logam mulia itu kini tertahan, seiring menguatnya ekspektasi bahwa ketegangan di Timur Tengah mulai mereda.

Emas spot nyaris tak bergeser, bertahan di kisaran USD4.785,57 per ons pada pukul 24.36 WIB. Di sisi lain, kontrak berjangka emas Amerika Serikat justru melemah tipis 0,3 persen ke level USD4.808,30, sebagaimana dilaporkan Reuters dari Bengaluru, Jumat 17 April 2026 dini hari WIB.

Sebelumnya, kilau emas sempat meredup pada Maret. Tekanan muncul setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada penghujung Februari. Situasi tersebut memantik kekhawatiran investor terhadap lonjakan inflasi serta menyusutnya likuiditas pasar. Dalam lanskap suku bunga tinggi, emas—yang tidak menawarkan imbal hasil—cenderung tersisih dari radar investasi.

Namun arah mulai berubah. Harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran memantik optimisme baru. Prospek penurunan harga energi serta meredanya tekanan inflasi turut mereduksi ekspektasi kenaikan suku bunga, menjadi katalis bagi pemulihan harga emas. Kedua negara pun dijadwalkan kembali melanjutkan perundingan, setelah dialog sebelumnya menemui jalan buntu pada akhir pekan lalu.

Presiden AS Donald Trump, melalui pernyataan di media sosial, mengumumkan bahwa gencatan senjata akan dimulai pada pukul 21.00 GMT. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meredakan konflik antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon—yang didukung Iran—yang kembali bereskalasi dalam pusaran perang AS-Israel melawan Teheran.

Direktur Perdagangan High Ridge Futures, David Meger, menilai meredanya ketegangan geopolitik membuka ruang lebih luas bagi bank sentral Amerika Serikat untuk melonggarkan kebijakan moneter. Potensi penurunan suku bunga, menurutnya, dapat menjadi penopang tambahan bagi reli logam mulia.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan probabilitas sebesar 32 persen terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada 2026. Angka ini mencerminkan ekspektasi yang masih cair, namun mulai mengarah pada pelonggaran.

Dari sisi fundamental ekonomi, klaim awal tunjangan pengangguran di Amerika Serikat tercatat menurun pada pekan lalu. Indikasi ini mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih resilien. Meski demikian, korporasi tetap bersikap hati-hati dalam ekspansi tenaga kerja, dibayangi ketidakpastian dampak konflik terhadap prospek ekonomi global.

Sementara itu, harga perak spot terkoreksi 1 persen menjadi USD78,29 per ons. Pasar perak bahkan diproyeksikan mengalami defisit struktural selama enam tahun berturut-turut. Sejak 2021, sekitar 762 juta troy ounce telah terserap dari cadangan, meningkatkan potensi pengetatan likuiditas. Meski demikian, prospek permintaan dinilai cenderung melemah, menurut laporan Silver Institute dan Metals Focus.

Logam mulia lainnya turut melemah. Harga platinum turun 0,6 persen ke level USD2.096,20 per ons. Sementara itu, paladium menyusut 0,7 persen menjadi USD1.561,50, mencerminkan tekanan yang masih membayangi kompleks logam mulia secara keseluruhan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.