Logo
>

Emiten Prajogo Pangestu bakal Gelar RUPS, Dividen Jadi Sorotan

Agenda RUPS CDIA mencakup laporan keuangan 2025, potensi dividen, perubahan manajemen, hingga penyesuaian KBLI 2025.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Emiten Prajogo Pangestu bakal Gelar RUPS, Dividen Jadi Sorotan
RUPS CDIA akan membahas dividen dan arah strategi perusahaan ke depan. (Foto: Dok. Chandra Daya Investasi)

KABARBURSA.COM – Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) pada 8 Mei 2026 mendatang. 

Agenda rapat ini menjadi perhatian pelaku pasar karena mencakup sejumlah keputusan penting, termasuk potensi pembagian dividen kepada pemegang saham.

Dalam pemanggilan resmi yang disampaikan perseroan, RUPS akan berlangsung pukul 14.00 WIB di Wisma Barito Pacific, Jakarta Barat. Sejumlah mata acara telah disiapkan, mulai dari persetujuan laporan tahunan hingga perubahan struktur pengurus perusahaan.

Pada agenda pertama, manajemen akan meminta persetujuan atas laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025. Ini menjadi dasar bagi pemegang saham untuk menilai kinerja perseroan sepanjang tahun lalu, baik dari sisi pendapatan, laba bersih, maupun efisiensi operasional.

Selanjutnya, agenda kedua terkait penetapan penggunaan laba bersih 2025 menjadi sorotan utama. Dalam poin ini, terbuka peluang bagi perseroan untuk membagikan dividen kepada investor. 

Jika kinerja keuangan dinilai solid dan arus kas memadai, biasanya emiten akan mengalokasikan sebagian laba sebagai dividen tunai. 

Besaran pembagian nantinya akan ditentukan berdasarkan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio yang disepakati dalam rapat.

Agenda lain yang tak kalah penting adalah penetapan remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026. Selain itu, perseroan juga akan menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun berjalan, sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan tata kelola perusahaan.

RUPS juga akan membahas perubahan susunan pengurus, yang berpotensi mengindikasikan adanya strategi baru atau penyegaran manajemen di tubuh perseroan. 

Langkah ini seringkali menjadi sinyal arah bisnis ke depan, terutama bagi perusahaan yang berada dalam ekosistem grup besar seperti Barito Pacific.

Tak hanya itu, CDIA juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan penyesuaian Anggaran Dasar, khususnya pada maksud dan tujuan serta kegiatan usaha agar selaras dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI 2025. Penyesuaian ini penting agar kegiatan bisnis perseroan tetap relevan dengan regulasi terbaru.

Pada agenda terakhir, manajemen akan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau IPO. Transparansi penggunaan dana ini menjadi faktor penting bagi investor untuk memastikan bahwa ekspansi yang dilakukan sesuai dengan rencana awal.

Sebagai bagian dari kelompok usaha yang terafiliasi dengan konglomerasi Prajogo Pangestu, pergerakan CDIA di pasar modal kerap menjadi perhatian. 

RUPS kali ini dinilai dapat menjadi momentum penting untuk melihat arah kebijakan perusahaan ke depan, termasuk potensi imbal hasil bagi investor melalui dividen serta strategi ekspansi yang akan dijalankan pada 2026.

Menilik data perdagangan saham CDIA saat ini berada di level 1.170 atau mengalami penurunan 0,43 persen serta turun 5 poin pada penutupan perdagangan Jumat, 17 April 2026.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".