KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terparkir di zona merah pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis, 4 Juni 2026.
Indeks utama bursa anjlok tajam 3,48 persen atau turun 206,81 poin menuju level 5.734,26. Pelemahan ini menekan laju pasar modal domestik di tengah tingginya aktivitas transaksi harian.
Aktivitas perdagangan sepanjang paruh pertama hari ini berjalan sangat padat. Nilai transaksi keseluruhan bursa menembus angka jumbo sebesar Rp12,18 triliun. Investor mentransaksikan lebih dari 215,59 juta lot saham hanya dalam rentang waktu setengah hari perdagangan.
Laju indeks sempat menyentuh titik terendah pada level 5.644,23 sesaat setelah pembukaan bursa. IHSG kemudian mencoba merangkak naik namun tertahan pada batas tertinggi 5.924,51.
Tekanan jual yang masif membuat indeks gagal kembali ke level penutupan hari sebelumnya di angka 5.941,07.
Kejatuhan bursa pada paruh hari ini sangat dipengaruhi oleh aksi pelepasan saham sektor perbankan. Investor asing secara agresif membuang kepemilikan mereka pada empat bank berkapitalisasi pasar terbesar. Aksi jual bersih ini langsung menggerus nilai kapitalisasi pasar bursa secara keseluruhan.
Aksi Agresif Investor Asing di Perdagangan Sesi Pertama
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sasaran utama aksi jual asing dengan nilai pelepasan mencapai Rp278,62 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mencatat nilai jual bersih sebesar Rp211,24 miliar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyusul dengan catatan jual bersih Rp72,21 miliar.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melengkapi deretan perbankan yang dilepas asing dengan nilai Rp59,08 miliar.
Selain perbankan, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menderita aksi jual asing yang cukup masif senilai Rp85,71 miliar. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Astra International Tbk (ASII) turut dilepas masing-masing sebesar Rp30,80 miliar dan Rp33,86 miliar.
Aksi jual asing juga menyasar saham sektor ritel dan pertambangan logam. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp17,62 miliar.
Sementara itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dilego pemodal asing dengan total nilai jual mencapai Rp14,72 miliar.
Fakta menarik justru terlihat pada data rekapitulasi keseluruhan transaksi asing di seluruh pasar.
Investor asing secara total masih membukukan nilai beli bersih tipis sebesar Rp179 miliar. Mereka mencatatkan total pembelian Rp6,12 triliun berbanding total penjualan Rp5,94 triliun.
Aliran dana asing ternyata berpindah dari sektor perbankan menuju sejumlah saham komoditas dan energi. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin daftar beli bersih asing dengan nilai Rp135,04 miliar. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengekor di belakangnya dengan nilai beli bersih Rp77,36 miliar.
Investor asing juga memborong saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp61,98 miliar. Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) masing-masing mengumpulkan beli bersih Rp46,20 miliar dan Rp41,73 miliar. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut diminati asing dengan nilai Rp38,62 miliar.
Saham PT Timah Tbk (TINS) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ikut merasakan derasnya aliran modal asing. Keduanya mencatatkan nilai beli bersih masing-masing sebesar Rp35,93 miliar dan Rp28,07 miliar.
Saham pelayaran PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) turut diborong senilai Rp27,86 miliar.
Gerak Broker hingga Perdagangan Tengah Hari
Deretan broker ternama memfasilitasi tingginya nilai transaksi pada paruh pertama hari ini.
UBS Sekuritas Indonesia (AK) mendominasi nilai perdagangan dengan total transaksi menembus Rp4,76 triliun. Mandiri Sekuritas (CC) menempati urutan kedua dengan total nilai transaksi Rp3,4 triliun.
Stockbit Sekuritas Digital (XL) berada pada posisi ketiga dengan pencapaian nilai transaksi Rp2,34 triliun. J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) melengkapi jajaran lima pialang teratas.
Keduanya masing-masing membukukan nilai transaksi sebesar Rp1,53 triliun dan Rp1,45 triliun.
Pialang ritel, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP), mencatatkan transaksi senilai Rp1,15 triliun pada paruh pertama. KB Valbury Sekuritas (CP) dan CGS International Sekuritas (YU) turut memfasilitasi transaksi jumbo.
Mereka mencatat nilai perdagangan masing-masing sebesar Rp997,7 miliar dan Rp951,4 miliar.(*)