Logo
>

Futures Dow Anjlok 400 Poin, Ketegangan AS-Iran Memanas

Penyitaan kapal Iran oleh AS picu eskalasi konflik, sementara pasar saham berjangka Wall Street langsung merespons dengan penurunan.

Ditulis oleh Syahrianto
Futures Dow Anjlok 400 Poin, Ketegangan AS-Iran Memanas
Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Public Domain Pictures)

KABARBURSA.COM – Kontrak berjangka (futures) saham merosot pada Minggu, 19 April 2026 waktu setempat setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat sepanjang akhir pekan menyusul penyitaan kapal kargo berbendera Iran.

Sebagaimana dilansir CNBC, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 452 poin atau 0,9 persen. Kontrak berjangka S&P 500 melemah 0,8 persen, sementara Nasdaq-100 turun 0,6 persen.

Presiden Donald Trump pada Minggu mengatakan Amerika Serikat telah menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Hal ini terjadi setelah Iran menolak untuk mengikuti putaran baru perundingan damai di Pakistan yang direncanakan oleh AS.

"Kapal Iran tersebut berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal sebelumnya. Kami telah menguasai penuh kapal tersebut dan sedang memeriksa isi di dalamnya,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social.

Trump juga mengancam akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan dengan AS. Gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir pekan ini.

Harga minyak mentah melonjak pada perdagangan awal. Kontrak berjangka West Texas Intermediate naik 8 persen menjadi USD90,54 per barel. Sementara itu, minyak Brent internasional menguat 6 persen menjadi USD96,50.

Wall Street baru saja menutup pekan dengan penguatan, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencapai rekor tertinggi sepanjang masa setelah tercapainya gencatan senjata antara Iran dan Lebanon. Pada saat itu, Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz telah dibuka kembali, meskipun pada Sabtu lalu lalu lintas kapal di jalur pelayaran utama tersebut kembali dibatasi, dengan media pemerintah menyebut AS “tidak memenuhi kewajibannya.”

Trump menegaskan kembali bahwa blokade AS terhadap selat tersebut akan tetap diberlakukan hingga Iran menyetujui tuntutan Amerika, meskipun ada pernyataan dari pihak Iran.

Sepanjang pekan lalu, S&P 500 naik 4,5 persen, sementara Nasdaq Composite melonjak 7,2 persen. Nasdaq juga mencatatkan kenaikan selama 13 sesi berturut-turut pada Jumat, menyamai rekor yang terakhir terjadi pada 1992.

“Setelah Nasdaq reli selama 13 hari berturut-turut karena harapan tercapainya kesepakatan, kami mengakhiri pekan dalam kondisi jenuh beli dalam jangka pendek. Kini situasi dengan Iran menjadi semakin kompleks dan tidak pasti terkait kapan konflik ini akan berakhir dan kapan selat tersebut akan sepenuhnya dibuka tanpa risiko serangan,” ujar Chief Investment Officer OnePoint BFG Wealth Partners Peter Boockvar dalam email kepada CNBC.

“Satu-satunya pertanyaan untuk perdagangan Senin, dengan asumsi tidak ada perubahan berita, adalah seberapa dalam koreksi pasar yang akan terjadi,” tambahnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.