KABARBURSA.COM – Bank digital, PT Super Bank Indonesia Tbk dengan kode emiten SUPA melakukan kolaborasi dengan KakaoBank, bank digital terbesar di Korea Selatan. Kerja sama tersebut diwujudkan lewat peluncuran Kartu Untung, produk tabungan berbasis gamifikasi pertama Superbank yang dirancang untuk meningkatkan engagement dan jumlah pengguna aktif.
Peluncuran produk tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan aktivitas transaksi nasabah yang terus meningkat di ekosistem Superbank. Hingga saat ini, bank digital yang didukung Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS itu telah memiliki lebih dari 6 juta nasabah dengan rata-rata transaksi melampaui 1 juta transaksi per hari.
Superbank menilai tren tersebut menunjukkan tingginya adopsi layanan keuangan digital sekaligus perubahan perilaku masyarakat yang semakin menginginkan pengalaman transaksi yang interaktif dan mudah digunakan.
Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, mengatakan Kartu Untung hadir sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat loyalitas dan aktivitas pengguna di dalam ekosistem digital Superbank.
“Dengan rata-rata lebih dari 1 juta transaksi per hari, kami melihat adanya pergeseran perilaku masyarakat, khususnya generasi yang lebih melek digital, yang menginginkan layanan keuangan yang tidak hanya aman dan menguntungkan, tetapi juga engaging. Kartu Untung kami hadirkan sebagai solusi yang menggabungkan disiplin finansial dengan pengalaman yang menyenangkan,” ujar Tigor dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 11 Mei 2026.
Melalui produk tersebut, kata Tigor, nasabah cukup menabung satu kali sebesar Rp50.000 untuk mendapatkan kesempatan mengikuti daily lucky draw setiap hari. Hadiah yang ditawarkan berupa cashback hingga Rp1 juta yang langsung dikreditkan otomatis ke rekening utama nasabah.
Dengan konsep gamifikasi dan ratusan pemenang setiap hari, Kartu Untung dirancang untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan frekuensi transaksi dan interaksi pengguna di aplikasi Superbank.
Kolaborasi dengan KakaoBank juga menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi tersebut. Sebagai bank digital terbesar di Korea Selatan, KakaoBank dikenal memiliki pengalaman dalam memanfaatkan teknologi dan elemen permainan digital untuk meningkatkan keterlibatan nasabah.
Chief Executive Officer KakaoBank, Yun Ho Young, mengatakan inovasi menjadi faktor utama dalam mempertahankan loyalitas pengguna di era digital.
“Inovasi menjadi kunci dalam menarik dan mempertahankan kepercayaan nasabah di era digital. Kartu Untung merupakan hasil kolaborasi nyata antara KakaoBank dan Superbank dalam menggabungkan pengalaman menabung dengan elemen permainan yang menyenangkan, sehingga menjadikan kegiatan finansial lebih dekat dan menarik bagi nasabah,” kata Yun Ho Young.
Ia menambahkan, KakaoBank siap mendukung Superbank dalam menghadirkan inovasi serupa di masa mendatang guna memperluas inklusi keuangan di Indonesia.
Bagi Superbank, kerja sama tersebut sekaligus mempertegas strategi pertumbuhan berbasis ekosistem yang dijalankan bersama para pemegang saham strategis. Perseroan tidak hanya mengandalkan pertumbuhan organik, tetapi juga mengadopsi kapabilitas global untuk mempercepat inovasi dan memperkuat diferensiasi di industri perbankan digital yang semakin kompetitif.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Superbank untuk membangun platform layanan keuangan yang tidak sekadar transaksional, tetapi juga partisipatif dan berbasis pengalaman pengguna.
Ke depan, Superbank menyatakan akan terus mengoptimalkan kekuatan ekosistem bersama para pemegang saham untuk memperluas basis pengguna aktif sekaligus memperkuat posisi sebagai bank digital yang berorientasi pada pengalaman nasabah dan profitabilitas berkelanjutan.
Sebagai informasi, PT Super Bank Indonesia Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2025 dengan kode saham SUPA. Perseroan fokus memperluas akses kredit bagi nasabah ritel dan UMKM melalui pengembangan solusi keuangan digital dan kolaborasi ekosistem yang luas.
Sementara itu, KakaoBank merupakan bank mobile-first terbesar di Korea Selatan yang mulai beroperasi pada 2017 setelah memperoleh lisensi penuh dari Komisi Jasa Keuangan Republik Korea. Bank tersebut dikenal aktif mengembangkan layanan berbasis chatbot dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk memperkuat layanan perbankan digital.(*)