KABARBURSA.COM - Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) masuk radar akumulasi investor asing sejak pengumuman laporan keuangan yang dipublikasikan pada 29 April 2026. Hal ini bertolak belajang dengan kinerja peursahan pada kuartal I 2026 yang mengalami penurunan cukup tajam.
Mengutip data Stockbit periode 29 April hingga 8 Mei 2026, menunjukkan aksi beli besar yang dilakukan investor asing melalui sejumlah broker.
Sejak laporan kuartal I 2026 disampaikan, broker AK tercatat menjadi pembeli terbesar dengan nilai akumulasi mencapai Rp223,4 miliar di harga rata-rata Rp29.010. Selain itu, broker YU juga mencatat akumulasi Rp24,6 miliar di harga rata-rata Rp29.385.
Tak ketinggalan, YP turut membukukan pembelian p319,4 juta di harga rata-rata Rp27.794. Broker AI juga masuk dalam daftar akumulasi dengan nilai Rp211,9 juta di harga rata-rata Rp28.630.
Broker DX melakukan pembelian Rp116,4 juta di harga rata-rata Rp29.090. Sementara broker EP tercatat mengoleksi Rp111,5 juta di harga rata-rata Rp27.848.
Akumulasi lain juga terlihat dari broker BS sebesar Rp4,9 juta di level Rp29.350, broker HP Rp44 juta di harga rata-rata Rp29.300, serta broker HD Rp39,2 juta di harga rata-rata Rp28.892.
Broker KK ikut masuk dengan pembelian Rp17,5 juta di harga rata-rata Rp29.172. Sedangkan broker OD tercatat melakukan pembelian Rp2,9 juta di harga rata-rata Rp29.050.
Meski demikan, investor asing tetap melakukan distribusi walaupun dengan jumlah yang tidak banyak dibanding akumulasi.
Broker ZP tercatat melakukan penjualan terbesar dengan ni;ao Rp108,1 miliar. Broker BK juga melakukan distribusi Rp36,7 miliar, sementara broker BB melepas Rp30,9 miliar.
Tekanan jual lain datang dari broker KZ sebesar Rp23,5 miliar dan broker TP sebesar Rp10 miliar. Broker NI juga tercatat melakukan distribusi Rp2,8 miliar.
Selain itu, broker RX melakukan penjualan Rp2,7 miliar dan broker CC melepas Rp2,1 miliar. Broker DP tercatat menjual Rp1,3 miliar, sedangkan broker AG membukukan distribusi Rp245,8 juta dan broker SQ Rp4,8 juta.
Adapun, pergerakan tersebut muncul di tengah tekanan kinerja keuangan UNTR pada kuartal I 2026. Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, UNTR mencatat pendapatan sebesar Rp28,55 triliun. Angka ini menyusut dibanding periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp34,26 triliun.
Sementara itu, laba bersih, tidak termasuk non-recurring charges menjadi Rp1,8 triliun. Angka ini menurun sebesar 44 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penurunan laba terjadi saat margin keuntungan ikut tertekan. Laba bruto UNTR turun menjadi Rp4,82 triliun dari sebelumnya Rp7,07 triliun. Sedangkan, beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp2,33 triliun dari Rp1,41 triliun pada kuartal I 2025.
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.