KABARBURSA.COM – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berupaya meningkatkan kesejahteraan para mitra driver melalui peluncuran program Bakti GoTo untuk Negeri.
Program GoTo tersebut mencakup beberapa inisiatif yang disebut Empat Dukungan Nyata untuk Kesejahteraan Mitra.
Perusahaan berkode saham GOTO ini menargetkan perlindungan jangka panjang, peningkatan kualitas hidup, serta perluasan peluang ekonomi bagi jutaan mitra Gojek dan keluarganya.
Empat pilar utama inisiatif ini terdiri dari perlindungan sosial, Bonus Hari Raya (BHR), Bursa Kerja Mitra Gojek dan beasiswa, serta Usaha Mitra Swadaya.
GOTO merancang program tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem kerja para driver Gojek agar lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan di sektor ekonomi digital.
Bagi perusahaan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja, khususnya di sektor informal dan gig economy yang terus tumbuh.
Direktur Utama atau CEO GoTo, Hans Patuwo menyatakan bahwa kesejahteraan mitra merupakan fondasi utama dalam pertumbuhan perusahaan.
“Bagi GoTo, kesejahteraan mitra bukan hanya soal pendapatan harian, tetapi juga rasa aman, penghidupan yang layak, serta kesempatan untuk terus maju bersama keluarganya," bukanya saat peluncuran program tersebut di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
GoTo yang bergerak di sektor ekosistem digital Indonesia menilai, perjalanan dan pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan pengembangan para mitranya.
"Karena itu, kesejahteraan mitra menjadi prioritas utama kami, sehingga melalui empat dukungan ini, kami ingin memastikan mitra terlindungi hari ini, sekaligus memiliki peluang yang lebih baik untuk masa depan," lanjut Hans.
Lebih lanjut, GoTo menyatakan bahwa perusahaan kini menjadi pelopor platform digital nasional yang memberikan perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis bagi mitra roda dua dan roda empat dengan catatan performa positif.
Setelah uji coba di Surabaya pada Desember 2025, cakupan program kini diperluas ke ratusan ribu mitra di berbagai daerah. Artinya BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan ini masih bersifat terbatas atau sesuai ketentuan perusahaan yang menaungi jutaan mitra driver Gojek.
Lebih rincinya, mulai 1 Februari 2026, Mitra Juara Gojek di seluruh Indonesia dapat menikmati manfaat BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, yang dilengkapi dengan program keselamatan Gojek secara menyeluruh.
Selain itu, GoTo kembali menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) pada 2026 bagi mitra yang memenuhi kriteria, sebagai lanjutan kebijakan serupa yang telah dijalankan sepanjang 2025.
Dari sisi mobilitas ekonomi, GoTo meluncurkan Bursa Kerja Mitra Gojek, yakni platform pencarian kerja yang membuka akses bagi mitra driver dan anggota keluarganya lulusan D3 dan S1 ke berbagai peluang kerja lintas sektor.
Program ini mencakup pendampingan pembuatan CV, persiapan wawancara, hingga pengembangan profesional, bekerja sama dengan Jobseeker Company.
Kemudian terdapat program beasiswa bersama Yayasan GoTo Merah Putih (YGMP). GoTo memperluas program beasiswa yang kini tidak hanya menyasar anak mitra, tetapi untuk mitra Gojek itu sendiri.
Menurut data perusahaan, kuota penerima beasiswa pada tahun ini meningkat lima kali lipat menjadi 150 penerima.
GoTo juga mengembangkan Usaha Mitra Swadaya sebagai sumber penghasilan tambahan berkelanjutan. Program ini membekali mitra dengan keterampilan dan sumber daya untuk membuka bengkel, warung, serta usaha produktif lain di sejumlah kota.
Dari sisi makro, program Bakti GoTo untuk Negeri berpotensi memperkuat daya beli rumah tangga mitra, menekan risiko sosial di sektor gig economy, serta mendorong inklusi jaminan sosial di ekonomi digital.
Akses pendidikan, pekerjaan formal, dan usaha mandiri juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas jangka menengah.
Sementara bagi pasar modal, inisiatif ini memperkuat narasi keberlanjutan (ESG) GoTo di mata investor. Mulai 28 Januari 2026, langkah ini berpotensi menjadi sentimen positif terhadap saham GOTO, terutama dari investor yang menaruh perhatian pada tata kelola sosial, stabilitas ekosistem mitra, dan keberlanjutan model bisnis jangka panjang.
Sebagai informasi, peluncuran program baru GoTo ini turut dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana.(*)