KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu, 28 Januari 2026, seiring meningkatnya volatilitas pasar yang bertepatan dengan pengumuman hasil rebalancing indeks MSCI Inc.
Pelemahan indeks terjadi di tengah aktivitas penyesuaian portofolio oleh investor global, terutama dana yang mengikuti pergerakan indeks acuan internasional.
Analis pasar modal Wahyu Tri Laksono menyampaikan bahwa dinamika pasar tersebut tidak terlepas dari mekanisme rebalancing MSCI yang secara historis kerap memicu volatilitas jangka pendek.
Penyesuaian bobot saham dalam indeks global mendorong manajer investasi, khususnya yang mengelola dana pasif, untuk menyesuaikan kepemilikan saham sesuai komposisi terbaru.
“Rebalancing MSCI biasanya diikuti oleh penyesuaian portofolio secara teknis oleh dana indeks dan investor global. Proses ini sering kali memicu pergerakan harga yang tajam dalam jangka pendek, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar,” ujar Wahyu kepada Kabarbursa.com, Rabu, 28 Januari 2026.
Selain faktor teknis indeks, Wahyu menjelaskan bahwa tekanan pasar juga berlangsung di tengah fase transisi kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Pelaku pasar global masih mencermati arah kebijakan bank sentral utama, khususnya Amerika Serikat, yang berpengaruh terhadap pergerakan arus dana lintas negara.
“Dalam situasi global seperti saat ini, pasar negara berkembang cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen global. Penyesuaian portofolio tidak hanya dipicu oleh indeks, tetapi juga oleh dinamika suku bunga dan pergerakan aset global,” kata Wahyu.
Ia menambahkan bahwa pergerakan di pasar saham Amerika Serikat turut menjadi referensi penting bagi investor global. Ketika bursa AS mencatatkan kinerja kuat, sebagian investor internasional cenderung melakukan realokasi dana, yang berdampak pada pasar saham di kawasan lain, termasuk Indonesia.
Tekanan yang terjadi pada perdagangan hari ini juga berlangsung setelah IHSG mencatatkan rekor tertinggi sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pasar berada dalam posisi yang relatif rentan terhadap aksi penyesuaian, baik yang bersifat teknis maupun psikologis, ketika muncul sentimen eksternal.
Menurut Wahyu, dalam konteks rebalancing MSCI, perhatian pelaku pasar tertuju pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi konstituen utama indeks global. Saham-saham tersebut umumnya menjadi sasaran utama penyesuaian portofolio karena memiliki bobot signifikan dalam indeks acuan.
“Pergerakan saham big caps biasanya paling terasa dampaknya ketika terjadi rebalancing indeks global, karena dana yang mengikuti indeks harus melakukan penyesuaian secara proporsional,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar juga mencermati arus dana asing pada perdagangan hari ini. Aktivitas jual dan beli investor global dinilai mencerminkan proses penyesuaian portofolio yang sedang berlangsung, seiring respons pasar terhadap perubahan komposisi indeks dan sentimen global.
Wahyu menegaskan bahwa tekanan yang muncul pada perdagangan hari ini lebih mencerminkan dinamika jangka pendek yang dipengaruhi oleh faktor teknis dan sentimen global, bukan perubahan fundamental ekonomi domestik secara langsung.
Oleh karena itu, perhatian pasar dalam beberapa waktu ke depan akan tertuju pada perkembangan arus dana asing dan respons investor global terhadap dinamika indeks internasional. (*)