Logo
>

MEDS Terkoreksi 14,77 Persen, Komisaris Buang di Harga ini

Aksi jual saham oleh komisaris terjadi sebelum harga MEDS tertekan lebih dalam. Pasar bereaksi cepat, mendorong koreksi tajam di tengah tekanan suplai dan minat beli yang terbatas.

Ditulis oleh Yunila Wati
MEDS Terkoreksi 14,77 Persen, Komisaris Buang di Harga ini
Ilustrasi sektor kesehatan Indonesia. Foto: Ai untuk KabarBursa.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk atau MEDS, menutup perdagangan hari ini dengan koreksi tajam, 14,77 persen. Saham langsung anjlok ke level 75 dari penutupan sebelumnya di 88. 

    Pelemahan ini terjadi di tengah nilai transaksi yang cukup tinggi, yaitu Rp3,8 miliar, dengan volume hampir 482 tibu lot.

    Dalam keterbukaan informasi pada Rabu, 28 Januari 2026, koreksi MEDS salah satunya disebabkan oleh aksi buang saham dewan komisaris Jemmy Kurniawan. Diketahui, sebelum transaksi komisaris tercatat menggenggam 969.662.200 saham atau setara 62,06 persen hak suara. Setelah transaksi, jumlah kepemilikan berkurang menjadi 966.288.500 saham atau 61,84 persen hak suara. 

    Dengan demikian, terdapat pelepasan sebanyak 3.373.700 saham yang secara langsung memangkas porsi kepemilikan dan hak suara di perusahaan.

    Rincian transaksi menunjukkan bahwa penjualan dilakukan dalam tiga kali transaksi pada 26 Januari 2026. Penjualan terbesar dilakukan atas 2.000.000 saham di harga Rp91 per saham, disusul 1.300.000 saham di harga Rp99 per saham, serta 73.700 saham di harga Rp96 per saham. 

    Jika seluruh transaksi tersebut dijumlahkan, nilai bruto hasil penjualan mencapai sekitar Rp317,8 juta. Angka ini diperoleh dari penjualan Rp182 miliar untuk transaksi pertama, Rp128,7 miliar untuk transaksi kedua, dan sekitar Rp7,1 miliar untuk transaksi ketiga.

    Harga jual tersebut berada jauh di atas level perdagangan MEDS saat ini di kisaran 75. Dengan selisih tersebut, transaksi komisaris berlangsung pada harga yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan harga pasar setelah koreksi tajam hari ini. 

    Jarak harga ini menjadi relevan karena menunjukkan bahwa pelepasan saham dilakukan sebelum tekanan harga semakin dalam, sementara pasar kini mencerna dampak aksi jual tersebut bersamaan dengan pelemahan sentimen.

    Dari sisi struktur perdagangan hari ini, orderbook MEDS memperlihatkan tekanan jual yang dominan. Antrean offer menumpuk dari level 76 hingga 85 dengan total lebih dari 300 ribu lot, sementara sisi bid relatif tipis dan terkonsentrasi di harga terendah. 

    Trade book juga mencerminkan dominasi transaksi jual, sejalan dengan penurunan harga yang terjadi cepat dan dalam sejak awal sesi.

    Kombinasi antara aksi jual komisaris dan reaksi pasar tercermin pada pergerakan harga yang langsung tertekan lebih dari 14 persen. Pasar membaca perubahan kepemilikan ini sebagai faktor tambahan di tengah kondisi likuiditas yang terbatas dan minat beli yang belum agresif. 

    Dengan transaksi internal yang telah terjadi di rentang harga 91 hingga 99, pergerakan MEDS hari ini menempatkan saham tersebut dalam fase penyesuaian baru, di mana harga pasar bergerak jauh di bawah level pelepasan saham oleh komisaris, sementara pelaku pasar masih mencermati keseimbangan antara suplai dan permintaan pascatransaksi tersebut.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79