KABARBURSA.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian pada akhir pekan ini, Sabtu, 25 April 2026, menunjukkan pola yang tidak seragam. Di satu sisi, emas Antam terlihat tertahan tanpa perubahan, sementara produk lain justru bergerak tipis dengan arah berbeda.
Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat tetap di level Rp2.918.000. Angka ini tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Pasar masih menunggu arah baru. Sementara itu, harga buyback berada di Rp2.633.000 dan menciptakan selisih sekitar Rp285.000 dari harga jual.
Untuk ukuran lain, pola yang sama juga terlihat stabil. Emas Antam 0,5 gram diperdagangkan Rp1.512.000, 2 gram di Rp5.772.000, hingga 10 gram di Rp28.647.000. Tidak ada perubahan signifikan dalam distribusi harga antar ukuran.
Berbeda dengan Antam, produk emas UBS justru mengalami kenaikan tipis. Harga emas UBS naik menjadi Rp2.872.000 per gram dari sebelumnya Rp2.859.000. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang belum menunjukkan arah kuat.
Di sisi lain, emas Galeri24 bergerak ke arah sebaliknya. Harga turun tipis menjadi Rp2.810.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.813.000. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa tekanan masih terjadi di sebagian segmen pasar.
Jika dilihat secara keseluruhan, pergerakan tiga jenama emas tersebut menunjukkan kondisi pasar yang cenderung datar. Tidak ada dorongan kuat baik dari sisi permintaan maupun sentimen global yang mampu menggerakkan harga secara serempak.
Saham ANTM Bergerak Naik
Di tengah pergerakan emas fisik yang relatif tenang, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) justru menunjukkan dinamika berbeda di pasar saham. Pada penutupan perdagangan 24 April 2026, saham ANTM berada di level Rp4.050 atau naik 0,75 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sepanjang sesi perdagangan, saham ANTM sempat bergerak dari level terendah Rp3.960 hingga menyentuh Rp4.080. Pergerakan ini kemudian ditutup di atas level psikologis Rp4.000, mencerminkan aktivitas transaksi yang tetap berlangsung aktif.
Data perdagangan juga menunjukkan harga pembukaan di Rp3.990, yang kemudian bergerak naik secara bertahap. Posisi penutupan yang berada di atas harga pembukaan menandakan adanya dorongan beli yang bertahan hingga akhir sesi.
Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp97,32 triliun dan rasio price to earnings di level 13,50, saham ANTM tetap berada dalam kelompok emiten berbasis komoditas yang aktif diperdagangkan. Dividen yield sebesar 3,75 persen juga menjadi salah satu faktor yang tetap tercatat dalam profil saham ini.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa dinamika saham ANTM tidak sepenuhnya bergerak searah dengan harga emas fisik harian. Di saat harga emas cenderung stagnan, saham justru mencatat kenaikan, seiring aktivitas pasar yang tetap berlangsung.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.