Logo
>

Harga Minyak Anjlok Tiga Persen, IEA Pangkas Permintaan

Revisi proyeksi pertumbuhan global dan lonjakan stok minyak AS membalikkan sentimen pasar energi di tengah meredanya ketegangan AS-Iran.

Ditulis oleh Syahrianto
Harga Minyak Anjlok Tiga Persen, IEA Pangkas Permintaan
Ilustrasi: Fasilitas rig minyak (Foto: Pexels/Umar Affan)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Harga minyak mentah berjangka turun tajam pada Kamis, 12 Februari 2026, seiring pasar mulai merespons penurunan proyeksi permintaan global sekaligus meredanya kekhawatiran konflik di Timur Tengah, menurut laporan Reuters

    Brent crude turun USD1,88 atau 2,71 persen ke USD67,52 per barel, sementara patokan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), turun USD1,79 atau 2,77 persen ke USD62,84 per barel pada penutupan perdagangan.

    Laporan bulanan Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyebut pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026 akan lebih lambat dari estimasi sebelumnya, dengan kenaikan diproyeksikan sekitar 850.000 barel per hari, turun dari perkiraan sebelumnya 930.000 barel per hari. 

    IEA juga memperkirakan pasokan minyak global akan mengalami surplus signifikan meskipun sempat ada gangguan produksi di awal tahun.

    Sentimen pasar sempat mendapat dukungan awal dari kekhawatiran terhadap potensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, komentar pejabat bahwa negosiasi antara kedua negara masih berlanjut dinilai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak.

    “Fakta bahwa Presiden Trump terus bernegosiasi dengan Iran akan mengurangi risiko geopolitik,” kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates, yang dikutip Reuters

    Lipow menambahkan proyeksi IEA menunjukkan penurunan permintaan yang cukup signifikan untuk tahun 2026.

    Data dari Badan Informasi Energi AS (Energy Information Administration/EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS melonjak sebesar 8,5 juta barel menjadi total 428,8 juta barel pada pekan terakhir, jauh melampaui ekspektasi analis. Lonjakan stok ini menjadi tekanan tambahan terhadap harga minyak.

    Selain itu, tingkat utilisasi kilang minyak AS turun 1,1 poin persentase menjadi 89,4 persen, mengindikasikan permintaan pengolahan minyak yang lebih lemah dalam jangka pendek.

    Di sisi pasokan global, pasar juga mulai mengantisipasi potensi peningkatan output dari negara-negara seperti Venezuela, yang dipandang bisa menambah pasokan minyak di pasar internasional dalam beberapa bulan mendatang.

    Secara mingguan, tren harga minyak menunjukkan tekanan turun karena kombinasi proyeksi surplus pasokan dan pelemahan permintaan global, meskipun faktor geopolitik masih dipantau ketat oleh pelaku pasar. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.