KABARBURSA.COM - PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) memutuskan menahan sebagian besar laba bersih tahun buku 2025. Meski begitu, emiten yang bergerak di sektor pelayaran ini tetap membagikan dividen tunai kepada pemegang saham.
Keputusan pembagian dividen itu tertuang Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Pada momen tersebut, perseroan menyetujui pembagian dividen sebesar Rp17,36 miliar atau Rp2 per saham dari laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp97,13 miliar.
Keputusan itu menunjukkan bahwa mayoritas laba Perseroan tidak dibagikan kepada pemegang saham. Dari total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp97,13 miliar, HATM hanya mengalokasikan sekitar 17,9 persen untuk dividen tunai.
Selain dividen, perusahaan jasa angkutan laut tersebut juga menyisihkan Rp16,8 miliar untuk dana cadangan sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sementara sisa laba tahun berjalan ditetapkan sebagai laba ditahan atau retained earnings.
Keputusan penggunaan laba tersebut disetujui dalam RUPS Tahunan yang digelar pada 9 Juni 2026. Rapat juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Lebih dari 80 Persen Laba Disimpan
Kebijakan pembagian dividen yang relatif konservatif membuat lebih dari 80 persen laba bersih 2025 tetap berada di dalam perusahaan. Langkah tersebut memperkuat posisi modal HATM yang pada akhir 2025 memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp497,26 miliar dan total ekuitas Rp1,60 triliun.
Bagi investor, kebijakan ini mengindikasikan bahwa perusahaan jasa transportasi laut nasional tersebut masih memilih menjaga fleksibilitas keuangan dan kapasitas pendanaan internal dibanding mengalokasikan sebagian besar keuntungan untuk dividen.
Melansir dari keterbukaan informasi, perseroan menetapkan jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 18 Juni 2026, sedangkan ex dividen jatuh pada 19 Juni 2026.
Adapun recording date atau tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen ditetapkan pada 22 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham dijadwalkan pada 8 Juli 2026.
Kinerja Saham HATM
Di pasar modal, pengumuman pembagian dividen tersebut datang ketika saham HATM masih menunjukkan performa positif dalam jangka panjang.
Pada perdagangan Kamis siang, saham HATM berada di level Rp322 per saham atau naik 0,62 persen dibanding penutupan sebelumnya. Aktivitas perdagangan tercatat mencapai sekitar 15,13 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp4,9 miliar.
Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar HATM mencapai sekitar Rp2,79 triliun. Emiten di sektor pelayaran itu diperdagangkan pada rasio Price to Book Value (PBV) sekitar 1,74 kali dan Price Earnings Ratio (PER) trailing sekitar 50,77 kali.
Secara historis, pergerakan saham HATM masih mencatatkan kinerja positif. Dalam satu tahun terakhir, saham perusahaan jasa angkutan laut tersebut menguat sekitar 24,81 persen. Dalam periode tiga bulan terakhir, saham Perseroan juga naik sekitar 7,33 persen.
Meski demikian, secara year-to-date kinerja saham HATM masih mengalami koreksi sekitar 22,22 persen, mencerminkan masih adanya tekanan yang membayangi sektor transportasi dan logistik di pasar modal.
Dengan kebijakan dividen yang relatif konservatif dan mayoritas laba ditahan, HATM tampak lebih mengutamakan penguatan struktur permodalan dibanding memaksimalkan distribusi laba kepada pemegang saham dalam jangka pendek.
Strategi tersebut dapat menjadi bekal bagi Perseroan dalam menjaga keberlanjutan operasional dan mendukung pengembangan bisnis di industri pelayaran nasional.(*)