KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertengger di zona merah pada sesi I perdagangan, Kamis, 11 Juni 2026 setelah melemah 1,91 persen ke level 5.789.
Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.010 sebelum berbalik arah dan mendarat di level terendah harian yakni 5.788.
Sisi aktivitas perdagangan menunjukkan, nilai transaksi mencapai Rp12,68 triliun dengan volume perdagangan sebesar 222,58 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 1,53 juta kali.
Koreksi IHSG kali ini berlangsung cukup merata. Seluruh sektor yang menjadi penopang pasar saham nasional tercatat berada di zona merah tanpa terkecuali.
Sektor bahan baku (basic industry) menjadi penekan terbesar dengan pelemahan mencapai 6,27 persen. Tekanan berikutnya datang dari sektor energi yang terkoreksi 3,17 persen.
Sementara itu, sektor transportasi turun 2,94 persen dan sektor industri melemah 2,84 persen. Sektor lain juga tak mampu bertahan dari tekanan pasar.
Sektor infrastruktur turun 2,45 persen, diikuti sektor properti yang terkoreksi 1,71 persen. Adapun sektor konsumer siklikal turun 1,69 persen dan sektor non-siklikal melemah 1,19 persen.
Di kelompok defensif, sektor kesehatan turun 0,94 persen, sedangkan sektor teknologi dan keuangan masing-masing terkoreksi 0,05 persen dan 0,15 persen.
Waspadai Pullback
BRI Danareksa Sekuritas menyebut IHSG mengalami selling pressure setelah mendekati area 5.900–6.000, yang saat ini menjadi resistance penting pasca rebound kuat dalam dua hari terakhir.
BRI Danareksa menyampaikan, alasan level 6.000 menjadi resistance terkuat didasari oleh beberapa hal. Seperti level tersebut pernah menjadi area breakdown sehingga berubah fungsi dari support menjadi resistance.
Selain itu, terdapat overhead supply, di mana banyak investor memanfaatkan rebound untuk melakukan profit taking atau keluar di harga modal.
"Foreign outflow masih berlanjut, terutama pada saham-saham big caps yang menjadi penopang indeks," tulis BRI Danareksa dalam risetnya.
BRI Danareksa menyebut, selama IHSG belum mampu menembus dan bertahan di atas 6.000–6.215, peluang pullback sehat masih terbuka.
Adapun, area pullback yang menarik dicermati menurut BRI Danareksa yakni 5.680–5.720 (support terdekat) dan 5.550–5.600 (support lanjutan). (*)