KABARBURSA.COM – PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) mencatat lonjakan laba bersih pada kuartal I-2026 di tengah pertumbuhan pendapatan dua digit. Kinerja ini terjadi saat harga saham masih bergerak fluktuatif sepanjang awal tahun.
Direktur Utama HYGN Wincent Yunanda mengatakan kinerja awal 2026 menunjukkan fondasi bisnis yang semakin kuat.
“Performa perusahaan sepanjang tahun 2026 akan lebih resilien dibandingkan tahun 2025,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip, Minggu, 3 Mei 2026.
HYGN membukukan pendapatan Rp100,3 miliar pada 3M26, naik 17,0 persen dari Rp85,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham (PATMI) melonjak 80,1 persen menjadi Rp2,9 miliar dari Rp1,6 miliar.
Kenaikan laba ini ditopang perbaikan margin dan efisiensi operasional. Margin laba bersih meningkat dari 1,9 persen menjadi 2,9 persen, sementara margin operasional naik dari 2,5 persen menjadi 4,3 persen.
Dari sisi profitabilitas, margin kotor relatif stabil di level 33,6 persen dibanding 33,5 persen pada tahun sebelumnya. Stabilitas ini mencerminkan disiplin harga serta efisiensi operasional perusahaan.
Kontribusi pendapatan berasal dari tiga lini utama yang tumbuh merata. Segmen hygiene mencatat pendapatan Rp46,9 miliar, diikuti sanitation Rp37,2 miliar, dan pest control Rp15,9 miliar.
Segmen pengendalian hama menjadi pendorong pertumbuhan tercepat dengan kenaikan 50,3 persen secara tahunan. Sementara itu, jasa hygiene tetap menjadi kontributor terbesar dengan porsi 46,8 persen terhadap total pendapatan.
Pertumbuhan ini, kata Wincent, didukung kontrak jangka panjang dan tingkat retensi pelanggan yang stabil. Permintaan dari sektor komersial dan industri juga menjaga kinerja segmen sanitation tetap konsisten.
Wincent menyebut hasil ini merupakan dampak awal dari investasi strategis sepanjang 2025. “Investasi tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, infrastruktur digital, serta peningkatan kapabilitas layanan,” tambah dia.
Selain itu, HYGN mencatat kenaikan nilai aset kontrak (unbilled revenue) menjadi Rp7 miliar pada 2025 dari Rp4 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan potensi pendapatan ke depan yang masih berlanjut.
Hingga Maret 2026, perusahaan memiliki orderbook sebesar Rp389,0 miliar. Nilai tersebut terdiri dari jasa hygiene Rp191,5 miliar, sanitation Rp133,9 miliar, dan pest control Rp63,6 miliar.
Untuk memperluas bisnis, ujar Wincent, HYGN juga membentuk joint venture dengan Nafas pada Maret 2026. Kolaborasi ini menghadirkan solusi kualitas udara berbasis IoT melalui produk ecoCare Pure Air.
Ia menilai solusi ini menjadi bagian dari strategi memperluas layanan berbasis teknologi. Produk tersebut ditujukan untuk sektor bisnis dan publik yang membutuhkan standar kualitas udara lebih tinggi.
Begini Performa Saham HYGN
Pergerakan saham HYGN sepanjang awal tahun menunjukkan tren fluktuatif dengan tekanan di sisi harga. Secara year to date, saham berada di level 143 atau turun sekitar 13,33 persen dari awal tahun.
Dalam perdagangan harian terakhir, saham ditutup stagnan di level 143 dengan volume 4,37 juta saham. Pergerakan intraday menunjukkan rentang harga sempit di kisaran 139 hingga 143.
Dalam horizon satu tahun, saham HYGN masih mencatat kenaikan sekitar 12,60 persen. Namun, sejak awal 2026, tren harga cenderung menurun sebelum stabil pada kuartal II.
Kondisi ini mencerminkan pergerakan harga yang belum sepenuhnya sejalan dengan kinerja fundamental. Aktivitas perdagangan relatif moderat dengan rata-rata volume sekitar 4,4 juta saham.
Ke depan, HYGN menyatakan akan menjaga efisiensi biaya di tengah potensi tekanan eksternal. Perusahaan juga mengantisipasi dampak gejolak geopolitik terhadap struktur biaya operasional.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.